Halo Sahabat bjb,Pernah dapat struk atau bukti transfer dari pembeli atau seseorang yang terlihat mencurigakan? Jangan langsung percaya, segera cek keasliannya!
Pelaku melancarkan modusnya dengan berpura-pura telah mengirimkan sejumlah uang menggunakan bukti transfer editan yang sangat mirip dengan aslinya. Tujuannya: mengelabui korban agar segera mengirimkan barang, memberikan uang kembalian (refund), atau menyerahkan produk/jasa tanpa ada dana yang benar-benar masuk.
Berikut motif yang biasa digunakan:
- Mendesak Korban: Pelaku mengirim gambar bukti transfer via WhatsApp/media sosial dengan nada mendesak agar barang segera dikirim (misalnya: “Tolong kirim sekarang, ini darurat”).
- Alasan Salah Transfer: Pelaku sengaja mengedit nominal menjadi lebih besar, lalu meminta korban untuk segera mentransfer balik “uang kelebihan” tersebut.
- Dpetail Struk Janggal: Jika diperhatikan dengan teliti, jenis huruf (font) tidak konsisten, jarak antar-angka tidak rapi, atau waktu transaksi terasa mencurigakan.
Langkah Tepat Cegah Penipuan Transfer Palsu
-
Wajib Cek Mutasi Rekening Mandiri
Jangan pernah bersandar pada foto bukti transfer yang dikirimkan. Selalu buka mobile banking atau cek ATM secara mandiri untuk memastikan dana benar-benar sudah masuk ke rekening Anda.
-
Aktifkan Fitur Notifikasi Transaksi
Gunakan fitur notifikasi SMS atau push notification di aplikasi mobile banking kamu, Ini membantu mendapatkan info real-time setiap kali ada dana yang masuk, sehingga tidak perlu hanya bergantung pada bukti transfer dari pihak lain.
-
Edukasi Diri Kemudian Orang Sekitar
Edukasi diri sendiri adalah langkah pertama, tetapi membekali keluarga atau karyawan toko kamu dengan pengetahuan yang sama membuat lingkungan transaksi lebih aman.
-
Selalu Jaga Data Pribadi
Informasi seperti nomor kartu, Kode OTP, PIN, dan password adalah data rahasia yang harus kamu jaga dan jangan kamu kasih ke siapapun termasuk petugas Bank.
Ingat, bukti transfer bisa direkayasa, tetapi catatan mutasi rekening Anda tidak bisa dibohongi. Tetap teliti sebelum memproses transaksi apa pun.
Sudah terlanjur menjadi korban penipuan? Batasi ruang gerak pelaku dengan segera melaporkan nomor rekening dan kronologinya ke Website IASC (Indonesia Anti-Scam Center) melalui tautan resmi: https://iasc.ojk.go.id/.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































