Dalam konferensi pers terkait penguatan fiskal dan moneter, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyampaikan perkembangan kondisi fiskal Indonesia dan upaya pemerintah dalam menjaga likuiditas perbankan.
Kondisi fiskal Indonesia hingga pertengahan tahun ini masih berada dalam posisi terjaga baik. Sejumlah indikator menunjukkan performa yang solid, baik dari sisi penerimaan negara, belanja negara, hingga defisit anggaran.
“Defisit hingga bulan Mei kemarin 0,7% dan diperkirakan sampai dengan akhir tahun juga masih di bawah 3%, jadi masih sangat terjaga. Pajak juga tumbuh dengan baik 19,1% dan juga dari sisi belanja juga masih di atas 30%,” ungkap Wamenkeu di DPR pada Senin (29/06).
Sementara itu terkait upaya dalam menjaga likuiditas perbankan, Wamenkeu Juda menyampaikan bahwa hasil koordinasi antara anggota Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) termasuk antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan memutuskan akan mengembalikan sekaligus memperpanjang penempatan dana di perbankan sebesar Rp281 triliun yang telah disalurkan sebelumnya. Masa penempatan ini diperpanjang hingga akhir Desember 2026.
Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan dana cadangan sebesar Rp100 triliun jika diperlurkan untuk menjaga penyaluran kredit perbankan. Diperkirakan kredit di bulan Mei tumbuh 11,5% menunjukkan permintaan kredit yang masih tinggi.
“Karena informasi dari perbankan permintaan kredit itu masih cukup tinggi tetapi likuiditas perlu dijaga agar bank bisa menyalurkan pertumbuhan kredit. Diperkirakan kemarin di bulan Mei, kredit tumbuh 11,5%. Kami harapkan pertumbuhan kredit juga masih double digit di dalam bulan-bulan kedepan,” pungkas Wamenkeu Juda.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































