Ketersediaan pakan menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing peternakan nasional. Karena itu, Indonesia terus mendorong pengembangan inovasi pakan ternak berkelanjutan melalui kolaborasi internasional, termasuk dalam forum negara-negara BRICS yang membahas teknologi peternakan maju dan sistem pakan masa depan.
BRICS merupakan kelompok kerja sama ekonomi negara-negara berkembang yang saat ini beranggotakan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, serta sejumlah anggota baru termasuk Indonesia. Forum ini menjadi salah satu wadah strategis untuk memperkuat kerja sama di bidang pangan, pertanian, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam pertemuan yang gelar dan dihadiri oleh para anggota BRICS secara daring pada Senin (1/6/2026), Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Pakan bertindak sebagai focal point nasional yang mengoordinasikan kontribusi Indonesia terkait pengembangan sistem pakan dan teknologi peternakan.
Bagi Indonesia, penguatan sistem pakan menjadi agenda strategis untuk mendukung peningkatan produksi ternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui forum BRICS, Indonesia mendorong pertukaran pengalaman dan inovasi dalam pengembangan hijauan pakan, teknologi pengolahan pakan, precision feeding, pemanfaatan bahan baku pakan alternatif, hingga strategi pemberian pakan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Kementan juga memaparkan berbagai inovasi yang telah dikembangkan untuk memperkuat ketersediaan pakan nasional. Salah satu yang mendapat perhatian peserta adalah model integrasi sawit-sapi yang memanfaatkan kawasan perkebunan kelapa sawit sebagai sumber hijauan pakan sekaligus area penggembalaan ternak.
Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan, memperkuat ketersediaan pakan sepanjang tahun, menekan biaya produksi peternak, serta mendukung sistem peternakan yang lebih berkelanjutan. Model ini juga menjadi salah satu contoh inovasi Indonesia dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk memperkuat ketahanan pakan ternak.
Direktur Pakan Kementan, Tri Melasari, mengatakan forum BRICS memiliki peran strategis dalam memperkuat kolaborasi antarnegara guna menjawab tantangan global di sektor peternakan.
“Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama antarnegara BRICS dalam meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan ketahanan sektor peternakan. Melalui kolaborasi yang lebih erat, negara-negara anggota dapat saling berbagi pengalaman, teknologi, dan inovasi guna mendukung pembangunan peternakan yang lebih maju dan berkelanjutan,” ujar Tri Melasari.
Menurut Tri Melasari, penguatan sistem pakan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas ternak sekaligus menjaga efisiensi usaha peternakan. Karena itu, Indonesia mendorong agar hasil pertemuan BRICS ditindaklanjuti melalui kerja sama yang lebih konkret di bidang inovasi pengembangan teknologi, penelitian, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Tri Melasari juga menekankan pentingnya penyusunan peta jalan kerja sama yang mencakup penguatan riset pakan, transfer teknologi, pengembangan sumber daya pakan lokal, serta pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antarnegara anggota BRICS.
Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia berharap dapat mempercepat pengembangan sistem pakan yang lebih efisien, adaptif terhadap perubahan iklim, dan mampu mendukung peningkatan produktivitas peternakan secara berkelanjutan.
Partisipasi aktif Indonesia dalam forum BRICS menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pakan nasional, mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku tertentu, serta mempercepat adopsi inovasi yang mendukung terwujudnya peternakan modern, efisien, dan berdaya saing.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Kementan untuk memperkuat fondasi produksi peternakan melalui ketersediaan pakan yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































