Bapanas Perluas Bantuan Beras Fortifikasi 2026, Sasar 960 Keluarga Berisiko Stunting

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian memberi pandangan agar produk beras fortifikasi dapat lebih dipergunakan untuk membantu masyarakat Indonesia yang mengalami kekurangan gIzi Atau Tengkes (Stunting). Ia mengaku terperanjat kaget saat ada temuan harga beras fortifikasi sampai menyentuh lebih dari Rp 40.000 per kilogram (kg).

“Lha ini ada yang dijual Rp 20.000 sampai Rp 42.000. Adil nggak saya tanya? Ini kan bisa diperuntukkan untuk saudara kita yang ada stunting. Stunting kita berapa? 21 persen, diperuntukkan untuk ini. Ini betul-betul seenaknya. Nanti Satgas Pangan kerja (untuk penindakan),” sebut Amran saat konferensi pers di Jakarta pada Kamis (30/7/2026).

Arahan tersebut senada dengan mandat dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Ini karena fortifikasi pangan menjadi strategi penting untuk memperbaiki status gizi masyarakat dan beras fortifikasi pun telah menjadi indikator prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025–2029.

Beras fortifikasi sendiri merupakan beras sosoh yang ditambahkan dengan kernel beras fortifikan dengan tujuan untuk mendapatkan komposisi zat gizi tertentu. Untuk diketahui, beras fortifikasi wajib memenuhi persyaratan jenis dan kandungan gizi sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 9372:2025.

“Ini yang menarik. Ini (beras fortifikasi) harus bisa untuk saudara kita yang kekurangan gizi, untuk orang miskin, yang kekurangan gizi, dan yang stunting,” kata Amran lagi.

Untuk itu, Bapanas pada tahun 2026 ini akan kembali menyalurkan bantuan pangan beras terfortifikasi dan biofortifikasi. Targetnya menyasar ke 960 Kepala Keluarga (KK) dengan beras khusus 15 kg selama 3 kali penyaluran. Dengan itu akan ada total 2.880 paket bantuan pangan beras terfortifikasi dan biofortifikasi yang akan disalurkan.

Adapun program bantuan pangan beras terfortifikasi dan biofortifikasi ini telah berhasil diinisiasi sejak tahun 2025. Dengan kolaborasi bersama segenap mitra, pada tahun 2025 telah tercapai sasaran penerima sebanyak 648 KK.

Saat itu, setiap KK diberikan secara gratis berupa beras terfortifikasi dan biofortifikasi sebanyak 15 kg sebanyak 3 kali yang bersumber dari Bapanas. Namun bukan diambil dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Selanjutnya diberikan sebanyak 3 kali lagi melalui dukungan dari Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) Indonesia. Ada pula mitra lain yang turut mendukung program bantuan pangan beras terfortifikasi dan biofortifikasi sejak tahun 2025 antara lain Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) dan Dompet Dhuafa.

Melalui program rintisan tersebut, total beras khusus sebanyak 29.160 kg disalurkan kepada 648 KK selama 3 bulan, sehingga sejumlah 1.944 paket bantuan yang berhasil didistribusikan. Program ini menargetkan keluarga berisiko stunting di wilayah rentan rawan pangan.

Beras yang disalurkan pun dipastikan memiliki kandungan mikronutrien seperti vitamin A, B1, B2, B3, B6, B12, asam folat, dan juga mineral seperti zat besi dan zinc. Kandungan ini berguna untuk meningkatkan nilai gizi bagi masyarakat rentan gizi, terutama ibu hamil, anak di bawah usia dua tahun, dan di bawah usia lima tahun.

Adapun latar belakang digagasnya program bantuan pangan beras terfortifikasi dan biofortifikasi adalah Indonesia masih menghadapi beban gizi ganda atau triple burden of malnutrition seperti stunting, obesitas, dan kekurangan zat gizi mikro. Kendati begitu, jumlah daerah rentan rawan pangan menurun menjadi 81 kabupaten/kota atau 15,76 persen.

Bapanas kembali menegaskan bahwa program bantuan pangan beras terfortifikasi dan biofortifikasi ini berbeda dengan program bantuan pangan beras yang dilaksanakan oleh Perum Bulog selama ini. Dalam bantuan pangan terfortifikasi dan biofortifikasi tidak menggunakan stok beras Bulog.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img