Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat investasi peternakan sapi perah terintegrasi sebagai langkah strategis memperkuat produksi susu nasional dan mengurangi ketergantungan impor. Pemerintah menilai investasi peternakan modern terintegrasi menjadi kunci pembangunan ketahanan pangan berbasis protein hewani sekaligus membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
Langkah ini menjadi bagian dari program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) yang terus didorong Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak rakyat. Pemerintah ingin investasi peternakan modern tidak hanya meningkatkan produksi susu nasional, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Ketua Kelompok Hukum dan Layanan Perizinan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Andika Prima Hadi, mengatakan pemerintah terus mengawal percepatan perizinan dan penyelesaian berbagai kebutuhan dasar proyek di lapangan.
“Kementan terus memantau perkembangan perizinan dasar proyek ini, termasuk berbagai tantangan di lapangan. Investasi ini diharapkan menjadi motor penggerak penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat dan peternak di Brebes, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga nasional,” ujar Andika saat rapat pembahasan percepatan investasi peternakan di Subang, Rabu (20/5/2026).
Salah satu investasi yang tengah dikawal pemerintah adalah pengembangan mega farm sapi perah terintegrasi oleh PT Global Dairi Bersama (GDB) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Proyek ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan produksi susu nasional, tetapi juga membangun ekosistem peternakan modern yang tumbuh bersama masyarakat sekitar.
Direktur PT Global Dairi Bersama, Paulus Irwan Edy, menjelaskan proyek tersebut mengedepankan pola kemitraan berkelanjutan yang akan menciptakan efek berganda bagi petani dan peternak lokal.
“Kemitraan dengan peternak sapi potong nantinya memungkinkan pedet jantan dipasarkan untuk pemenuhan pasar daging sapi. Sementara pada sektor sapi perah, sapi afkir perahan masih memiliki potensi ekonomi yang besar. Disisi lain, pemenuhan kebutuhan hijauan pakan ternak juga akan dipasok oleh petani jagung sekitar. Potensi inilah yang akan menggerakkan masyarakat untuk berkembang, sehingga _community development_ menjadi kebutuhan penting,” jelas Paulus.
Selain memperkuat produksi susu nasional, proyek ini juga mengusung konsep pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, _closed loop system_. Limbah ternak akan diolah menjadi biogas sebagai sumber energi alternatif, sedangkan residunya dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk mendukung pengembangan hijauan pakan ternak. Sistem pengelolaan air daur ulang juga diterapkan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Mega farm tersebut ditargetkan mampu memproduksi hingga 180 ribu ton susu per tahun. Kawasan peternakan juga akan dilengkapi fasilitas pengolahan susu, pabrik pakan, hingga pengembangan perkebunan jagung guna memperkuat kemandirian pakan ternak nasional.
Pemerintah Kabupaten Brebes menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan investasi tersebut. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Brebes, Juwita Asmara, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi.
“Pada prinsipnya, kami siap mendukung percepatan proses perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah juga berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memberikan kemudahan pelayanan, sebagaimana arahan Ibu Bupati, dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi,” kata Juwita.
Kementan menegaskan penguatan investasi peternakan nasional menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian pangan Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan protein hewani nasional. Pemerintah terus mendorong kolaborasi antara swasta, pemerintah daerah, dan masyarakat agar industri peternakan Indonesia tumbuh lebih cepat, modern, berdaya saing, dan memberi manfaat langsung bagi peternak rakyat serta ekonomi daerah.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






























