Konflik Timur Tengah Ganggu Pasokan Global, Pupuk Kujang Pastikan Produksi Tetap Stabil

PT Pupuk Kujang memperketat pengawasan operasional dan memastikan keandalan pabrik untuk menjaga ketersediaan stok pupuk dalam negeri, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang mulai menekan rantai pasok global.

Direktur Utama PT Pupuk Kujang, Budi Santoso Syarif, menjelaskan bahwa sebagai bagian dari Pupuk Indonesia (Persero), perusahaan menempatkan stabilitas operasional pabrik sebagai prioritas utama, khususnya pada fasilitas produksi urea yang beroperasi di Jawa Barat.

- Advertisement -

Menurut Budi, konflik di Timur Tengah telah memicu ketidakpastian pada rantai pasok energi dan komoditas dunia, termasuk pupuk. Kondisi tersebut menyebabkan fluktuasi harga urea internasional serta potensi gangguan distribusi dari sejumlah produsen global.

Menghadapi situasi tersebut, Pupuk Kujang melakukan penguatan pengawasan operasional sekaligus memastikan pabrik Kujang 1A dan 1B beroperasi optimal tanpa hambatan teknis.

- Advertisement -

“Karena stabilitas produksi adalah kunci utama agar kebutuhan petani tidak terganggu oleh dinamika harga di luar negeri,” katanya.

Terkait peluang ekspor pupuk untuk mendukung stabilitas pasokan global, Pupuk Kujang menegaskan bahwa kebijakan niaga internasional berada di bawah kewenangan Pupuk Indonesia sebagai holding. Pupuk Kujang berperan sebagai produsen yang memastikan ketersediaan stok melalui proses produksi yang efisien dan berkualitas.

“Dinamika pasar global memang sedang bergejolak, namun tugas utama kami adalah memastikan pabrik terus beroperasi dengan efisien dan andal,” kata dia.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menyampaikan bahwa perseroan memiliki potensi ekspor 1,5–2 juta ton pupuk sebagai kontribusi menjaga stabilitas pasokan global yang terdampak konflik Timur Tengah. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

- Advertisement -

“Setelah kebutuhan domestik terpenuhi, terdapat potensi ekspor sekitar 1,5 hingga 2 juta ton yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung stabilitas pasar global,” katanya.

Ia menuturkan, ketahanan pasokan tersebut didukung oleh kapasitas produksi perseroan yang mencapai 14,8 juta ton per tahun, termasuk urea sebesar 9,4 juta ton.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img