Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah pada perdagangan Kamis (9/4), mengikuti pergerakan negatif bursa Asia di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. IHSG dibuka turun 40,75 poin atau 0,56 persen ke level 7.238,46, sementara indeks LQ45 terkoreksi 0,69 persen ke posisi 728,57.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, dalam kajiannya menyebutkan bahwa resistance IHSG berada di kisaran 7.325. Jika level tersebut berhasil ditembus, indeks berpotensi menguji target 7.600 sebagai resistance jangka menengah.
“Kiwoom Research melihat resistance IHSG berikutnya ada di angka 7.325, jika level ini mampu ditembus pula, maka IHSG akan semakin melaju menuju target 7.600 yang merupakan resistance jangka menengah,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Pelaku pasar kini mencermati perkembangan gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Pakistan. Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya telah mencapai tujuan militer utama dan menerima proposal perdamaian 10 poin dari Iran, yang menjadi dasar negosiasi lanjutan.
Namun tak lama setelah kesepakatan diumumkan, Iran menuding AS melanggar tiga klausul utama, termasuk pelanggaran gencatan senjata di Lebanon, masuknya drone ke wilayah Iran, dan penolakan hak pengayaan uranium. Iran juga menuding Israel melakukan serangan besar ke Lebanon di luar kesepakatan.
Iran menyatakan bahwa gencatan senjata mencakup seluruh front, termasuk Lebanon—berbeda dengan posisi AS. Situasi ini membuat keberlanjutan gencatan senjata kembali diragukan, memicu volatilitas harga minyak global. Pada pagi ini, minyak WTI diperdagangkan di level 97,10 dolar AS per barel, demikian pula minyak Brent yang berada di level serupa.
Cadangan Devisa RI Turun, Tekanan Rupiah Berlanjut
Dari dalam negeri, Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa turun dari 151,9 miliar dolar AS pada Februari 2026 menjadi 148,2 miliar dolar AS pada Maret 2026. Ini merupakan posisi terendah sejak Juli 2024. Penurunan tersebut dipengaruhi intervensi BI untuk menahan pelemahan rupiah akibat tekanan geopolitik dan tingginya yield global.
Meski masih berada di atas standar kecukupan enam bulan impor, pelemahan cadangan devisa mencerminkan tekanan neraca perdagangan, arus keluar portofolio, dan meningkatnya biaya stabilisasi pasar valas. Ke depan, perkembangan cadangan devisa akan dipengaruhi kondisi finansial global, kebijakan The Fed, serta kredibilitas kebijakan domestik.
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Teluk Persia
Ketidakpastian geopolitik juga berdampak pada operasional rantai pasok energi Indonesia. Dua kapal tanker Pertamina—Pertamina Pride dan Gamsunoro—masih tertahan di wilayah Teluk Persia meski gencatan senjata telah berlaku. Keduanya terpantau berada di Ras Tanura (Arab Saudi) dan Khor al Zubair (Irak).
Keterlambatan terjadi karena faktor keselamatan, asuransi, izin pelayaran, serta koordinasi dengan otoritas Iran. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah terus berkomunikasi dengan Iran dan berharap persoalan dapat diselesaikan dalam masa jeda dua pekan.
Pemerintah memastikan pasokan energi domestik tetap aman karena impor minyak Indonesia tidak bergantung sepenuhnya pada Timur Tengah. Porsi 20–25 persen pasokan dapat dialihkan dari negara lain seperti Angola, Nigeria, dan Amerika Serikat.
Bursa Global Bergerak Campuran
Pada perdagangan Rabu (08/04), bursa Eropa ditutup menguat signifikan. Euro Stoxx 50 naik 5,02 persen, FTSE 100 menguat 2,51 persen, DAX Jerman naik 5,06 persen, dan CAC 40 Prancis menguat 4,49 persen.
Wall Street juga bergerak positif. Dow Jones menguat 2,85 persen ke 47.909,92, S&P 500 naik 2,51 persen ke 6.611,83, dan Nasdaq Composite melesat 2,90 persen ke 24.903,17.
Sementara itu, bursa Asia pada Kamis pagi bergerak melemah. Indeks Nikkei turun 0,53 persen, Shanghai melemah 0,55 persen, Hang Seng turun 0,56 persen, dan Strait Times melemah 0,18 persen.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































