Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia kembali merilis perkembangan harga pangan pada Kamis (5/2) pukul 08.30 WIB. Dalam laporan tersebut, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga di tingkat pedagang eceran nasional.
Komoditas yang paling menonjol adalah cabai rawit merah yang kini berada di level Rp68.850 per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas dengan kenaikan harga tertinggi. Sementara itu, telur ayam ras tercatat berada di kisaran Rp31.350 per kilogram.
Selain cabai dan telur, komoditas hortikultura lainnya juga menunjukkan pergerakan harga. Bawang merah dihargai Rp43.450 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp40.300 per kilogram.
Pada komoditas beras, PIHPS mencatat harga relatif bervariasi berdasarkan kualitas. Beras kualitas bawah I dan II sama-sama dibanderol Rp14.400 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas medium I tercatat Rp15.950 per kilogram dan medium II di harga Rp15.750 per kilogram. Untuk kategori premium, beras kualitas super I berada di harga Rp17.150 per kilogram, dan super II sedikit lebih rendah dengan harga Rp16.700 per kilogram.
Harga cabai jenis lain juga terpantau cukup tinggi. Cabai merah besar tercatat Rp41.550 per kilogram, cabai merah keriting berada di angka Rp42.400 per kilogram, dan cabai rawit hijau menembus Rp53.300 per kilogram.
Untuk komoditas protein hewani lainnya, daging ayam ras dijual sekitar Rp40.600 per kilogram. Sementara itu, daging sapi kualitas I berada di kisaran Rp143.250 per kilogram, dan kualitas II tercatat Rp135.500 per kilogram.
Sementara itu, harga kebutuhan pokok lain seperti gula pasir premium saat ini berada pada level Rp19.850 per kilogram, sedangkan gula lokal dijual Rp18.350 per kilogram.
Pada produk minyak goreng, minyak curah dijual Rp18.900 per liter, minyak kemasan bermerek I dihargai Rp22.600 per liter, dan minyak kemasan bermerek II tercatat Rp21.600 per liter.
Pergerakan harga pangan tersebut menjadi perhatian penting menjelang periode konsumsi masyarakat yang terus meningkat, terutama menuju masa libur panjang. Monitoring rutin dari PIHPS diharapkan dapat memberikan gambaran harga terkini sebagai acuan bagi masyarakat maupun pemangku kebijakan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































