Sabtu, Maret 14, 2026
spot_img

Bank Mandiri Catat Laba Rp56 Triliun pada 2025, Kinerja Kuartal IV Melonjak Tajam

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan kinerja positif sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp56 triliun atau setara US$3,3 miliar. Capaian tersebut tumbuh 0,9 persen secara tahunan (year on year/YoY), ditopang lonjakan laba signifikan pada kuartal IV 2025.

Pada kuartal IV 2025, laba bersih Bank Mandiri melonjak 39,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini turut memperkuat capaian laba tahunan perseroan, di tengah tekanan likuiditas dan suku bunga tinggi sepanjang tahun. Bank pelat merah ini juga telah membagikan dividen yang cukup besar untuk tahun buku 2024, dan tren tersebut diperkirakan berlanjut pada 2025.

- Advertisement -

Dari sisi pendapatan, pendapatan bunga Bank Mandiri meningkat 8,7 persen menjadi Rp164,41 triliun pada 2025. Namun, beban bunga tumbuh lebih tinggi sebesar 17,6 persen, sehingga pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) terbatas pada 4,4 persen menjadi Rp106,21 triliun.

Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebutkan bahwa margin bunga bersih (net interest margin/NIM) Bank Mandiri menyempit 26 basis poin menjadi 4,9 persen akibat kondisi likuiditas yang ketat dan tingginya suku bunga sepanjang 2025.

- Advertisement -

Meski demikian, penyaluran kredit Bank Mandiri tetap tumbuh solid sebesar 13,4 persen YoY, dengan total kredit mencapai Rp1.895 triliun. Angka ini melampaui perkiraan awal pasar. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh kuat 23,9 persen YoY menjadi Rp2.106 triliun, ditopang peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 12,6 persen menjadi Rp1.431 triliun.

Memasuki 2026, Phintraco Sekuritas memproyeksikan kinerja Bank Mandiri akan lebih moderat seiring fokus manajemen pada kualitas aset dan disiplin risiko. Perseroan menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 7–9 persen. Sementara itu, laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) diperkirakan relatif stabil sebelum kembali meningkat pada 2027.

Phintraco memperkirakan laba bersih Bank Mandiri sebesar Rp55,6 triliun pada 2026 dan meningkat menjadi Rp59,7 triliun pada 2027. Rekomendasi beli (buy) terhadap saham BMRI tetap dipertahankan dengan target harga (fair value) dinaikkan menjadi Rp5.700 per saham dari sebelumnya Rp5.600, berdasarkan metode dividend discount model dan valuasi relatif. Rasio price to book value (PBV) Bank Mandiri saat ini masih berada di bawah rata-rata lima tahun ditambah dua standar deviasi sebesar 1,76 kali.

Dari sisi imbal hasil, dividend yield Bank Mandiri tercatat sebesar 7,7 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Bank Central Asia sebesar 2,58 persen, namun masih berada di bawah Bank Negara Indonesia yang mencapai 8,6 persen dan Bank Rakyat Indonesia sebesar 8,37 persen.

- Advertisement -

Pada perdagangan Selasa (waktu setempat) pukul 15.03, saham BMRI berada di level Rp5.050 atau menguat 1 persen, bergerak dalam rentang Rp4.990–Rp5.075. Kapitalisasi pasar Bank Mandiri tercatat sebesar Rp464,31 triliun. Data Stockbit menunjukkan saham BMRI menjadi saham yang paling banyak diakumulasi investor asing pada sesi perdagangan tengah hari.

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img