PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) berhasil melewati Audit Pengawasan (Surveillance) Tahun II atas penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2016. Capaian ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga integritas dan penerapan sistem pengendalian anti penyuapan secara konsisten di seluruh lini operasional.
Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut membuktikan penerapan SMAP tidak hanya menjadi formalitas saat proses sertifikasi awal, tetapi telah diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan dalam aktivitas perusahaan.
“Sertifikasi ini juga membuktikan bahwa sistem tidak hanya berjalan saat sertifikasi awal, tetapi diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan dalam aktivitas operasional sehari-hari,” ujar Fankar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (28/1).
Audit Surveillance II SMAP SNI ISO 37001:2016 tersebut dilakukan pada akhir 2025 oleh lembaga sertifikasi PT Chesna. Proses audit mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari pengadaan barang dan jasa, keuangan dan investasi, akuntansi, pemasaran, digital dan jaringan, hingga proses underwriting.
Tidak hanya mempertahankan standar anti penyuapan, Askrindo juga berhasil memperoleh dua sertifikasi sekaligus pada akhir 2025, yakni SMAP dan Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang selaras dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Fankar menegaskan bahwa sinergi kedua sistem manajemen tersebut berperan penting dalam memperkuat tata kelola perusahaan.
“Melalui 2 penerapan ISO SMAP dan SMM yang berkelanjutan, Askrindo memastikan seluruh proses operasional dijalankan secara disiplin, sehingga mampu menjaga kepercayaan nasabah dan pemangku kepentingan yang menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas layanan serta meningkatkan daya saing perusahaan di tengah dinamika industri,” tutur Fankar.
Askrindo sebelumnya mempertahankan sertifikasi SMM ISO 9001:2015 berdasarkan hasil audit yang dilaksanakan oleh lembaga sertifikasi independen yang sama. Audit itu mencakup lingkup inti proses akseptasi dan klaim asuransi umum.
Hasilnya, Askrindo mempertahankan sertifikasi tanpa temuan ketidaksesuaian, baik mayor maupun minor (nol temuan). Perusahaan meyakini capaian ini menunjukkan bahwa penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 di Askrindo telah berjalan secara efektif, konsisten, dan sesuai standar internasional.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































