Senin, Februari 2, 2026
spot_img

IHSG Menguat di Tengah Gejolak Pasar, Direktur Utama BEI Mengundurkan Diri

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (30/1) di tengah tekanan besar yang melanda pasar modal dalam dua hari terakhir. IHSG naik 88,88 poin atau 1,08 persen ke level 8.321,08. Sementara itu, indeks LQ45 turut menguat 11,59 poin atau 1,43 persen menjadi 824,60.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai bahwa pergerakan IHSG hari ini terjadi pada fase yang sangat krusial bagi pasar modal Indonesia. Ia menyebut gejolak dua hari terakhir, yang bahkan memicu trading halt dua kali berturut-turut, sebagai cerminan meningkatnya kepanikan investor.

- Advertisement -

“Pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase yang sangat krusial,” ujar Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana dalam risetnya di Jakarta, Jumat.

Dalam dua hari terakhir, IHSG mengalami tekanan hebat hingga mencatatkan penurunan signifikan dan memicu “trading halt” sebanyak dua kali berturut-turut.

- Advertisement -

“Kondisi ini mencerminkan tingkat kepanikan pasar yang cukup tinggi, terutama akibat kombinasi sentimen global dan kekhawatiran investor terhadap transparansi serta tata kelola pasar domestik,” ujar Hendra.

Situasi pasar kian menarik perhatian pelaku industri setelah Direktur Utama BEI, Iman Rachman, resmi mengundurkan diri pada pagi ini. Keputusan tersebut dinilai tidak dapat dilepaskan dari dinamika pasar yang sedang bergejolak.

Di sisi regulasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI merespons pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) dengan rencana revisi aturan batas minimal saham publik (free float) dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Aturan baru tersebut akan diberlakukan mulai Februari 2026, baik untuk emiten baru maupun perusahaan tercatat saat ini. Emiten yang tidak memenuhi ketentuan bakal mendapatkan exit policy, meski mekanisme detailnya belum dijelaskan.

BEI dan Self-Regulatory Organization (SRO) juga bersiap menyesuaikan proposal sesuai permintaan MSCI terkait transparansi free float saham di Indonesia.

- Advertisement -

Selain itu, OJK mengungkapkan bahwa pemerintah akan segera menerbitkan regulasi terkait proses demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia pada kuartal I 2026.

Sementara itu, sentimen global turut memberi tekanan. Bursa-bursa utama Eropa ditutup variatif pada Kamis (29/01), dengan Euro Stoxx 50 dan DAX Jerman melemah masing-masing 0,52 persen. Sementara FTSE 100 Inggris menguat tipis 0,17 persen, dan CAC Prancis naik 0,06 persen.

Wall Street juga mencatat pergerakan variatif. Indeks S&P 500 melemah 0,13 persen ke 6.969,01, Dow Jones naik 0,11 persen ke 49.071,56, sedangkan Nasdaq turun 0,53 persen ke posisi 25.884,30.

Adapun bursa saham Asia pagi ini kompak melemah, dipimpin Nikkei yang turun 0,84 persen ke 52.925,89. Indeks Shanghai terkoreksi 1,31 persen, Hang Seng turun 1,60 persen, dan Straits Times melemah 0,20 persen.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img