Rabu, Maret 11, 2026
spot_img

IHSG Diprediksi Menguat di Tengah Pasar Mencermati Kebijakan Suku Bunga The Fed

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan Rabu, seiring pelaku pasar menunggu arah kebijakan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed). IHSG dibuka naik 58,75 poin atau 0,66 persen ke level 9.007,04. Sementara itu, Indeks LQ45 juga menguat 0,42 persen ke posisi 882,53.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai IHSG berpeluang melanjutkan penguatan terbatas.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.760- 9.000,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (14/1).
Dari mancanegara, pelaku pasar turut mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). Consumer Price Index (CPI) AS tercatat tumbuh 0,3 persen secara bulanan dan 2,7 persen secara tahunan, sementara Core CPI stabil di level 2,6 persen. Stabilitas inflasi tersebut dinilai menjadi pijakan penting bagi The Fed menjelang rapat kebijakan pada 29 Januari 2026, yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Dalam dinamika terbaru, Ketua The Fed Jerome Powell tegas menanggapi kritik Presiden AS Donald Trump. Powell menyampaikan bahwa keputusan suku bunga tidak didasarkan pada tekanan politik, melainkan pada kebutuhan ekonomi, dan menegaskan independensi bank sentral. Pernyataan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah bank sentral negara lain.
Dari dalam negeri, pemerintah berkomitmen memperkuat kerangka ekonomi digital dengan mengembangkan ekosistem semikonduktor melalui kerja sama strategis dengan Inggris. Kolaborasi tersebut mencakup pendanaan awal sebesar 125 juta dolar AS bekerja sama dengan ARM. Nico menilai langkah ini sangat penting, mengingat semikonduktor merupakan tulang punggung sektor elektronik, otomotif, IoT, hingga data center.
Dari bursa global, pasar saham Eropa pada perdagangan Selasa (13/1) ditutup bervariasi. Euro Stoxx 50 menguat 0,24 persen, DAX Jerman naik 0,06 persen, sedangkan FTSE 100 Inggris turun 0,03 persen dan CAC Prancis melemah 0,14 persen.
Sementara itu, bursa saham AS di Wall Street ditutup melemah pada Selasa (13/1), diantaranya indeks S&P 500 melemah 0,19 persen ditutup di 6.963,74, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,80 persen ditutup di 49.191,99, serta indeks Nasdaq melemah 0,18 persen ke 25.741,95.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei menguat 1,70 persen ke level 54.456,50, indeks Shanghai menguat 0,95 persen ke posisi 4.177,68, indeks Hang Seng menguat 0,45 persen ke posisi 26.970,00, dan indeks Straits Times melemah 0,30 persen ke 4.793,7

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img