PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melaporkan penggunaan dana sebesar Rp245,76 miliar hingga akhir Desember 2025 untuk eksplorasi. Total pengeluaran eksplorasi mencakup berbagai aktivitas survei dan pengeboran di sejumlah wilayah operasi.
“Kegiatan eksplorasi dilaksanakan untuk memastikan kecukupan potensi sumber daya dan cadangan mineral strategis perusahaan,” ucap Corporate Secretary Antam Wisnu Danandi Haryanto.
Berdasarkan laporan resmi Antam, aktivitas eksplorasi sepanjang 2025 berfokus pada tiga komoditas utama, yakni emas, nikel, dan bauksit.
Untuk komoditas emas, eksplorasi dilakukan di tambang Pongkor, Jawa Barat. Kegiatan tersebut mencakup pengeboran bawah tanah, pengeboran permukaan, serta pemetaan geologi dan pengambilan sampel.
Sebelumnya, Direktur Pengembangan Usaha Antam I Dewa Wirantaya mengatakan, Antam terus melakukan evaluasi eksplorasi guna memastikan potensi perpanjangan umur tambang Pongkor setelah 2030.
Di saat yang sama, strategi ekspansi organik dan anorganik mulai difokuskan ke luar wilayah operasional.
“Antam tetap mengedepankan pengembangan bisnis dari sisi organik dan anorganik. Dari sisi organik, kami lagi tingkatkan eksplorasi di Pongkor untuk memastikan bahwa setelah 2030, Pongkor bisa diperpanjang,” ucap Dewa.
Selain penguatan cadangan di dalam negeri, Dewa mengungkapkan bahwa secara anorganik, ANTM sudah melirik beberapa lokasi untuk mengikuti lelang internasional, seperti di kawasan Timur Tengah maupun di daerah Kazakhstan.
Sementara untuk nikel, eksplorasi tersebar di beberapa titik strategis di Indonesia Timur, yakni Konawe Utara dan Pomalaa di Sulawesi Tenggara, serta Buli di Maluku Utara melalui anak usahanya, PT Sumberdaya Arindo (PT SDA).
Aktivitas di sektor nikel meliputi pengeboran single tube, survei geofisika resistivity, pengukuran grid dan percontoan hingga analisis laboratorium.
Di sektor bauksit, emiten pelat merah ini memfokuskan kegiatan di Kalimantan Barat, tepatnya di wilayah Tayan, Landak, serta Mempawah-Toho.
Antam tercatat melakukan pembuatan sumur uji (test pit) dan analisis kimia menyeluruh untuk menilai potensi sumber daya di wilayah tersebut.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































