Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka menguat pada awal perdagangan Senin (21/7), seiring dengan tren positif yang terjadi di bursa saham kawasan Asia. Penguatan IHSG pagi ini mencerminkan respons pasar terhadap berbagai sentimen global dan regional yang berkembang.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik sebesar 54,40 poin atau 0,74 persen ke level 7.366,31. Sementara itu, indeks LQ45—yang terdiri dari 45 saham unggulan—juga menguat 4,70 poin atau 0,60 persen ke posisi 789,91.
Menurut kajian Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas, penguatan IHSG hari ini dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama perkembangan kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap sejumlah mitra dagang, termasuk Indonesia.
“Sentimen pasar keuangan pekan ini akan lebih banyak dipengaruhi dari eksternal, terutama soal detail dari tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Indonesia, maupun sebaliknya. IHSG berpeluang menguat pada awal pekan ini,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (21/7).
Dari kancah internasional, Presiden Trump tengah mendorong penerapan tarif baru terhadap Uni Eropa (UE) dengan kisaran 15 hingga 20 persen. Ia bahkan menetapkan tenggat waktu hingga 1 Agustus, sebelum memberlakukan tarif lebih tinggi—hingga 30 persen—jika kesepakatan belum tercapai. Ketegangan perdagangan ini turut menjadi perhatian utama pelaku pasar global.
Selain isu tarif, investor juga menantikan hasil laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar serta data ekonomi AS terbaru. Survei Konsumen Universitas Michigan menunjukkan bahwa sentimen konsumen AS pada Juli 2025 meningkat 1,8 persen menjadi 61,8, sesuai dengan ekspektasi pasar dan mencatatkan level tertinggi sejak Februari 2025.
Dari kawasan Asia, fokus tertuju pada keputusan bank sentral China mengenai suku bunga pinjaman. Pasar memperkirakan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga di level saat ini, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi.
Sementara itu, dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis laporan keuangan emiten untuk semester I-2025, khususnya dari sektor perbankan yang memiliki kapitalisasi pasar besar (big cap banks). Kinerja emiten akan menjadi penentu arah pergerakan pasar sepanjang pekan ini.
Di sisi lain, penutupan perdagangan global pada akhir pekan lalu menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Di Eropa, indeks Euro Stoxx 50 melemah 0,33 persen, DAX Jerman turun 0,33 persen, sedangkan indeks FTSE 100 Inggris naik 0,22 persen, dan CAC Prancis hanya menguat tipis 0,01 persen.
Kondisi serupa juga terjadi di Wall Street, dengan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,32 persen, S&P 500 hampir stagnan dengan koreksi 0,01 persen, dan Nasdaq sedikit menguat 0,05 persen.
Sementara itu, bursa saham Asia pagi ini menunjukkan performa yang beragam. Indeks Nikkei Jepang terkoreksi 0,21 persen ke level 39.819,11. Sebaliknya, indeks Shanghai naik 0,42 persen ke 3.549,76, Hang Seng Hong Kong melonjak 0,59 persen ke 24.958,00, dan Straits Times Singapura menguat 0,79 persen ke 4.222,00.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































