Jumat, Desember 12, 2025
spot_img

QRIS Cross Border Bank BPD Bali Permudah Wisatawan Asing Bertransaksi di Bali

Bank BPD Bali mencatat kemajuan signifikan dalam implementasi sistem pembayaran digital internasional melalui layanan QRIS Cross Border. Inovasi ini menjadi langkah strategis untuk mendukung kemudahan transaksi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma SH MH, saat menghadiri acara Bali Jagadhita VI 2025 yang digelar di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Senin (2/6).

- Advertisement -

Sudharma menyebutkan, partisipasi aktif BPD Bali dalam akselerasi digitalisasi sistem pembayaran sejalan dengan upaya Bank Indonesia mendukung kemudahan transaksi wisatawan mancanegara di Bali.

“Sebagai bank daerah, kami berkomitmen memperluas layanan digital, termasuk mendukung QRIS Cross Border demi kemudahan transaksi wisatawan asing saat berbelanja dan berwisata di Bali,” ungkapnya.

- Advertisement -

Saat ini, layanan QRIS Cross Border dari Bank BPD Bali sudah dapat digunakan oleh wisatawan dari Thailand, Singapura, dan Malaysia. Para isatawan asing dari negara-negara tersebut dapat bertransaksi di destinasi wisata Bali menggunakan Merchant QRIS BPD Bali. Selain itu, Bank BPD Bali juga berencana memperluas jangkauan QRIS Cross Border ke negara lainnya.

Bank BPD Bali juga mengungkapkan rencana ekspansi layanan ini ke sejumlah negara lain seperti Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan. Ekspansi ini mencakup dua sisi transaksi: Inbound (wisatawan asing membayar di Bali) dan Outbound (warga Indonesia melakukan pembayaran di luar negeri menggunakan BPD Bali Mobile).

Perluasan ini bertujuan untuk memudahkan transaksi wisatawan asing di Bali dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, serta memberikan fasilitas lebih terhadap user BPD Bali Mobile terutama penggunaan fitur QRIS di luar negeri.

Menurut data dari Bank Indonesia, hingga April 2025 tercatat sebanyak 24.121 transaksi inbound QRIS Cross Border di Bali dengan nilai mencapai Rp7,1 miliar. Angka ini diprediksi akan terus meningkat seiring bertambahnya negara yang terintegrasi dengan sistem pembayaran lintas batas ini.

- Advertisement -

Sudharma juga mengapresiasi kerja sama Bank Indonesia dengan ASITA Bali dalam meningkatkan edukasi dan penerimaan QRIS Cross Border di kalangan pelaku industri pariwisata. Ia menyebut sistem ini dapat membantu pengelolaan Pungutan Wisatawan Asing sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali.

“Sinergi ini penting karena wisatawan butuh kemudahan pembayaran yang cepat dan aman, dan Bank BPD Bali siap menjadi bagian dari ekosistem digital pariwisata Bali yang lebih modern dan berdaya saing global,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Sudharma juga ikut menyaksikan Live Experience Transaksi QRIS Cross Border, di mana wisatawan dari Singapura melakukan transaksi Inbound pada Merchant QRIS Bank BPD Bali E-Ticket Penglipuran melalui mobile apps pembayaran Singapura, dan perwakilan Indonesia dalam hal ini diwakili oleh Konjen Malaysia bertransaksi Outbound dengan melalukan scan QR merchant (toko) di Malaysia menggunakan mobile banking Bank BPD Bali (BPD Bali Mobile).

Sudharma berharap, perluasan QRIS Cross Border akan memperkuat ekosistem digital di Bali, meningkatkan transaksi sektor pariwisata, menambah PAD dan memberikan dampak langsung bagi pertumbuhan UMKM lokal.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img