Perusahaan Umum BULOG menerima kunjungan kehormatan dari Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Yang Berhormat Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, beserta rombongan delegasi, dalam upaya mempererat kerja sama strategis antara Indonesia dan Malaysia di sektor logistik dan ketahanan pangan.
Kunjungan resmi yang berlangsung di Kantor Pusat Perum BULOG, Jakarta, ini menjadi tonggak penting dalam penguatan hubungan bilateral, khususnya dalam hal pengelolaan cadangan pangan nasional dan distribusi komoditas pokok.
Rombongan dari Malaysia disambut langsung oleh Direktur Utama Perum BULOG, Novi Helmy Prasetya, bersama jajaran manajemen. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Dalam diskusi yang digelar, kedua belah pihak membahas sejumlah topik strategis, termasuk sinergi dalam sistem logistik pangan, pemanfaatan teknologi modern untuk efisiensi distribusi, serta mekanisme pengelolaan stok cadangan pangan yang berkelanjutan.
Sekretaris Perusahaan Perum BULOG, Arwakhudin Widiarso, menyampaikan bahwa kunjungan ini menunjukkan ketertarikan Malaysia terhadap sistem ketahanan pangan Indonesia.
“Kami menyambut baik Kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia untuk melihat langsung sistem pengelolaan logistik pangan di Indonesia,” ujar Sekretaris Perusahaan Perum BULOG, Arwakhudin Widiarso yang turut mendampingi delegasi.
Ia menyebut, Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia juga menyampaikan ketertarikan untuk mempelajari secara lebih mendalam model pengelolaan pangan oleh BULOG. Khususnya, dalam pengelolaan stok cadangan pangan yang dinilai efektif.
Yang Berhormat Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu pun memberikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak BULOG. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap sistem distribusi pangan di Indonesia dan menyatakan harapannya agar kunjungan ini menjadi awal dari kerja sama konkret, termasuk dalam bentuk pertukaran teknologi dan proyek-proyek bersama di masa depan.
Dengan kunjungan ini, diharapkan terbuka peluang besar bagi kedua negara untuk memperkuat ketahanan pangan regional melalui inovasi dan kolaborasi lintas batas.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































