Bank BPD Bali terus memperkuat dukungannya dalam meningkatkan pelayanan publik dengan menyerahkan dua unit mobil layanan pajak kepada Pemerintah Kabupaten Badung. Bantuan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) guna mempercepat layanan pembayaran pajak masyarakat melalui sistem jemput bola, sehingga wajib pajak tidak perlu lagi datang langsung ke kantor pajak.
Dukungan CSR Bank BPD Bali untuk Kemudahan Pembayaran Pajak Penyerahan kendaraan operasional ini berlangsung pada Senin (24/3/2025) di depan Kantor Bupati Badung. Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, secara langsung menyerahkan kendaraan tersebut kepada Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang didampingi Wakil Bupati Badung serta jajaran pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa mengapresiasi langkah nyata Bank BPD Bali dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, keberadaan kendaraan ini akan memudahkan masyarakat dalam membayar pajak tanpa harus datang ke kantor pajak, terutama bagi warga di daerah terpencil.
Baca Juga: Bank BPD Bali Dapat Penghargaan atas Dukungan untuk UMKM di DetikBali Awards 2025
“Kami sangat berterima kasih kepada Bank BPD Bali atas CSR dua unit mobil ini. Dengan adanya layanan jemput bola, masyarakat bisa lebih mudah membayar pajak tanpa perlu datang ke kantor. Ini akan sangat membantu meningkatkan PAD Badung,” ujar Adi Arnawa didampingi Wakil Bupati Badung, I Bagus Sucipta alias Gus Bota.
Harapan untuk Penambahan Armada Pajak Jemput Bola Bupati juga berharap Bank BPD Bali dapat menambah tiga unit kendaraan lagi agar layanan pajak bisa menjangkau seluruh kecamatan di Badung. Saat ini, jumlah kendaraan masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan lima Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pajak yang ada di Badung.
“Saya mohon kepada Dirut Bank BPD Bali untuk menambahkan tiga kendaraan layanan pajak daerah. Saat ini baru ada dua unit, sementara Badung memiliki lima UPTD. Jika bisa mendapatkan total lima unit, tentu akan semakin mempercepat kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam melayani wajib pajak di lapangan,” tambahnya.
Adi Arnawa juga menegaskan bahwa mobil layanan pajak ini telah dilengkapi dengan sistem digitalisasi yang memungkinkan petugas pajak untuk langsung mengakses data wajib pajak dan objek pajak secara real time. Dengan sistem ini, pembayaran pajak dapat dilakukan dengan lebih cepat, akurat, dan transparan.
Komitmen Bank BPD Bali dalam Digitalisasi Pajak Menanggapi permintaan tersebut, Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menyatakan bahwa pihaknya akan menyesuaikan anggaran secara bertahap untuk menambah armada layanan pajak. Ia juga menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari percepatan digitalisasi daerah untuk meningkatkan PAD dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
“Kami siap mendukung tambahan unit kendaraan sesuai kemampuan anggaran. Program ini adalah bagian dari percepatan digitalisasi daerah dan strategi jemput bola agar masyarakat lebih mudah membayar pajak. Semakin cepat masyarakat membayar pajak, semakin cepat pula pembangunan daerah dapat dilakukan,” kata Sudharma.
Selain menyerahkan mobil layanan pajak, Bank BPD Bali juga memberikan bantuan televisi yang akan digunakan untuk meningkatkan edukasi dan sosialisasi perpajakan kepada masyarakat. “Kami tidak hanya memberikan kendaraan, tetapi juga dukungan sarana edukasi bagi masyarakat. Harapannya, dengan adanya televisi dan sistem digitalisasi, masyarakat semakin sadar akan pentingnya membayar pajak tepat waktu,” tambahnya.
Manfaat Layanan Pajak Digital bagi Masyarakat Dengan hadirnya fasilitas mobil layanan pajak ini, masyarakat Badung kini tidak perlu lagi mengantri di kantor pajak untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun pajak daerah lainnya. Mobil ini akan langsung mendatangi titik-titik strategis seperti pasar, balai desa, dan pusat keramaian lainnya, sehingga proses pembayaran pajak menjadi lebih cepat, efisien, dan nyaman.
Layanan jemput bola ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Banyak masyarakat yang sebelumnya menunda pembayaran pajak karena kesulitan mengakses kantor pajak, kini dapat dengan mudah melunasi kewajibannya tanpa harus meninggalkan aktivitas sehari-hari. “Dengan layanan ini, masyarakat semakin dimudahkan dalam memenuhi kewajiban pajaknya. Pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan daerah, sehingga semua pihak merasakan manfaatnya,” pungkas Sudharma.
Program CSR ini menjadi bukti nyata sinergi antara Bank BPD Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendukung peningkatan PAD. Melalui inovasi digitalisasi layanan pajak, proses administrasi perpajakan kini menjadi lebih modern, cepat, dan akurat. Ke depan, Bank BPD Bali berkomitmen untuk terus berinovasi dalam layanan keuangan dan perbankan digital, sehingga dapat mendukung pembangunan daerah yang lebih maju dan berkelanjutan.
Lewat kolaborasi antara Pemkab Badung dan Bank BPD Bali, digitalisasi layanan pajak semakin berkembang, masyarakat semakin dimudahkan, dan PAD Badung bisa terus meningkat untuk kesejahteraan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News