Asuransi BRI Life berencana untuk memperluas jangkauan secara agresif pada 2025, dengan fokus pada penetrasi produk asuransi jiwa yang lebih luas.
Direktur Utama BRI Life, Aris Hartanto, mengungkapkan bahwa pencapaian luar biasa tahun lalu merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh tim BRI Life, terutama tim penjualan.
“Dengan peningkatan kualitas pelayanan, inovasi produk, serta strategi pemasaran yang lebih mendalam untuk tenaga penjualan, kami yakin dapat memperkuat posisi BRI Life sebagai penyedia solusi asuransi jiwa di Indonesia,” kata Aris dalam keterangan tertulis pada Senin, 17 Februari 2025.
Sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi pasar, BRI Life juga merencanakan peluncuran berbagai produk asuransi jiwa terbaru.
Baca Juga: BRI Life Bangun Sentra Produksi Opak di Garut
Menurut Aris, produk-produk tersebut akan dirancang untuk memenuhi kebutuhan proteksi finansial yang semakin beragam, dengan fokus pada kemudahan akses dan pengalaman nasabah yang lebih baik.
“Kami percaya, dengan sinergi antara induk perusahaan, tim penjualan, back office, serta dukungan teknologi, kami dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan manfaat perlindungan asuransi jiwa yang dapat diandalkan,” tambah Direktur Pemasaran BRI Life, Sutadi.
Sales Kick-Off untuk Leader Bancassurance
BRI Life menggelar kegiatan Sales Kick-Off untuk Leader Bancassurance pada 3-5 Februari 2025. Acara ini bertujuan untuk memperkuat komitmen perusahaan dalam mencapai target 2025 serta untuk memberikan solusi perlindungan terbaik bagi nasabah dan masyarakat Indonesia.
Tema Sales Kick-Off 2025 adalah “Stronger Collaboration for Excellent Growth,” dihadiri oleh manajemen perusahaan dan Leader Bancassurance dari seluruh Indonesia yang mendukung pertumbuhan perusahaan.
“BRI Life menegaskan komitmennya untuk tumbuh berkelanjutan dengan target pertumbuhan premi 18 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Aris.
Aris optimistis bahwa dengan dukungan penuh dan kerja keras, seluruh tim BRI Life dapat mencapai atau bahkan melampaui target yang telah ditetapkan pada 2025.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News






























