Jumat, Februari 13, 2026
spot_img

BRI Buyback Saham Rp3 Triliun, Ini Alasannya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengungkapkan alasan di balik aksi korporasi pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp3 triliun.

Direktur Utama BRI, Sunarso, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap koreksi harga saham BBRI dalam beberapa waktu terakhir. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut juga didasarkan pada beberapa faktor lainnya.

- Advertisement -

“Tentu ini berkaitan dengan bagaimana kami menjaga harga saham. Tetapi, kami juga ingin mencapai beberapa tujuan sekaligus, yaitu menjaga harga saham, memotivasi pekerja agar lebih giat dan profesional, serta memastikan tata kelola perusahaan (corporate governance) yang baik,” ujar Sunarso dalam Paparan Kinerja Perseroan pada Rabu (12/2).

Baca Juga: BRI Tunjukkan Komitmen, Ahli Waris di Sinjai Terima Klaim Asuransi BRILife Rp100 Juta

Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto, menambahkan bahwa remunerasi saham bagi pekerja BRI telah diterapkan sejak 2015.

- Advertisement -

“Langkah ini diambil agar BRI dapat meningkatkan kinerja fundamental perusahaan dan memberikan sentimen positif terhadap harga saham,” ujarnya.

Menanggapi tren penurunan harga saham BBRI dalam beberapa waktu terakhir, Sunarso menekankan bahwa hal ini tidak hanya dialami oleh BRI, tetapi juga oleh bank-bank besar lain yang tergabung dalam kategori big caps.

“Penurunan harga saham bukan hanya terjadi di BRI. Bank-bank besar lain dalam kategori big caps juga mengalami hal yang sama. Ini adalah dinamika pasar, dan BRI tidak bisa sendirian membangun pasar,” ungkapnya.

Dalam menghadapi kondisi ini, Sunarso menyatakan bahwa sebagai CEO, ia lebih memilih untuk fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali perusahaan, salah satunya adalah tetap bekerja dengan baik.

- Advertisement -

“Kami menggerakkan tim untuk bekerja dengan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Itu yang utama,” katanya.

Selain itu, Sunarso menegaskan pentingnya pertumbuhan berkelanjutan di tengah situasi yang tidak mudah. Untuk itu, BRI menerapkan manajemen risiko guna menjaga ketahanan kinerja perusahaan.

“Dengan tata kelola dan manajemen risiko yang baik, kami bisa menjaga fundamental perusahaan. Jika pasar merespons negatif, itu bukan karena fundamental yang bermasalah. Tugas saya adalah fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img