PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk memperkuat pengelolaan dana ekspor nasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam sektor ekspor.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan komitmen BTN dalam mendukung LPEI dengan menyediakan layanan perbankan yang meliputi pengelolaan dana atau cash management. Kerja sama dilaksanakan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakukan oleh manajemen kedua belah pihak.
“BTN mengapresiasi langkah LPEI yang memberikan kepercayaan kepada BTN untuk mengelola dana ekspor yang tidak sedikit nilainya dan berkontribusi besar bagi perekonomian nasional. Kerja sama yang dibangun antara BTN dan LPEI juga tidak terlepas dari upaya BTN sebagai bank yang tengah memperkuat layanan cash management dan transaksi perbankan lainnya dalam rangka melangkah menuju Beyond Mortgage. Kami berharap sinergi ini dapat menciptakan nilai tambah bagi kedua belah pihak, para pemangku kepentingan, serta perekonomian secara keseluruhan,” kata Nixon di Jakarta, Rabu (16/1).
Baca juga: BTN Jalin Kerja Sama dengan Universitas Terkemuka
Dalam kerja sama ini, BTN akan menyediakan berbagai layanan perbankan seperti pembiayaan bersama (co-financing), pengelolaan rekening, hingga optimalisasi layanan perbankan bagi eksportir yang tergabung dalam ekosistem LPEI, termasuk UKM dan korporasi.
Salah satu inovasi yang ditawarkan adalah penyediaan virtual account untuk memudahkan transaksi ekspor dan impor serta pengelolaan Devisa Hasil Ekspor (DHE) atau pembayaran impor terkait ekspor nasabah LPEI.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Direktur Eksekutif LPEI Yon Arsal mengatakan, pihaknya memberikan kepercayaan kepada BTN sebagai mitra dalam pengelolaan dana ekspor dan pembiayaan trade financing atas dasar kapasitas BTN sebagai bank yang terus bertransformasi dan berdaya saing, termasuk dalam layanan cash management dan transaksi perbankan lainnya.
“Kolaborasi antara LPEI dan BTN akan memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi nasabah kedua institusi, tetapi juga bagi ekosistem ekspor nasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya eksportir yang berdaya saing global, berkelanjutan, dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi Indonesia,” kata Yon Arsal.
Dalam kesempatan ini, BTN juga melakukan peningkatan Credit Line kepada LPEI. Langkah ini mencerminkan kepercayaan yang kuat dari pihak perbankan terhadap LPEI dalam mempererat jalinan kerja sama untuk mendorong pertumbuhan ekspor dan menggerakkan perekonomian Indonesia.
Dengan dukungan finansial yang lebih besar, LPEI dapat lebih efektif dalam menyediakan fasilitas dan layanan yang dibutuhkan pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar internasional, sehingga berkontribusi pada peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Terkait potensi yang dapat dihasilkan kedepannya melalui kerja sama dengan LPEI, Nixon mengatakan bahwa BTN dapat memanfaatkan peluang besar dalam pembiayaan trade finance yang memiliki risiko kredit rendah.
Selain mendukung transaksi berbasis non-L/C yang semakin populer di platform web, kerja sama ini memungkinkan BTN untuk terlibat dalam program Desa Devisa, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan eksportir baru. LPEI juga memberikan kesempatan bagi nasabah BTN untuk bergabung dalam Coaching Program for New Exporter (CPNE) dan Business Matching untuk memperluas akses pasar internasional.
“Momentum ini dapat menjadi awal dari pengembangan lebih lanjut dari kerja sama antara LPEI dan BTN untuk terus berkolaborasi memberikan layanan terbaik dan memberikan manfaat yang luas bagi kedua institusi, pelaku usaha, dan eksportir demi meningkatkan daya saing ekspor nasional,” ujar Yon Arsal.
Dengan jaringan BTN yang tersebar secara nasional, ia menambahkan, LPEI siap memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah kepada pelaku usaha ekspor, baik langsung maupun tidak langsung.
“Selain itu, BTN akan mendukung program-program peningkatan devisa nasional melalui ekspor dan pemberdayaan UKM di sektor ekspor. Dengan adanya pembagian peran antara BTN dan LPEI, kedua belah pihak dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan dan memitigasi risiko pembiayaan secara jangka panjang,” jelas Nixon.
Lebih lanjut, Nixon mengatakan, kerja sama dengan LPEI menjadi bagian dari upaya BTN untuk memperkuat struktur pendanaannya, salah satunya dengan menjaring dana wholesale atau institusi dengan biaya dana (cost of fund) yang terbilang murah di tengah masih mahalnya likuiditas di industri perbankan nasional.
Selain institusi keuangan dan lembaga terkait ekspor seperti LPEI, BTN telah memulai kerja sama dengan sejumlah universitas di berbagai daerah untuk pengelolaan cash management.
Sesuai dengan visi barunya untuk periode 2025-2029, yakni menjadi “Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia”, BTN bertekad memperkuat mesin pendanaan secara berkelanjutan (engine for sustainable funding).
Secara jangka panjang, BTN berharap dapat meningkatkan proporsi dana murah (current account saving account) lebih dari separuh dana pihak ketiganya saat ini.
“BTN berharap, kerja sama dengan LPEI menjadi sebuah langkah awal yang signifikan untuk penguatan pendanaan secara berkesinambungan, sehingga perseroan memiliki kemampuan yang lebih besar untuk mendorong penyaluran kredit terutama ke sektor perumahan dan sektor lainnya yang terkait,” pungkas Nixon.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































