PT UNILEVER Indonesia Tbk (UNVR) mengumumkan hasil kinerja keuangan year to date (YTD) hingga akhir September 2024, mencatat penjualan bersih mencapai Rp 27,4 triliun dan laba bersih sebesar Rp 3 triliun. Meskipun menghadapi tantangan dalam aspek Underlying Price Growth (UPG) dan Underlying Volume Growth (UVG), Unilever Indonesia tetap mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar di 13 kategori produk.
Direktur Utama Unilever Indonesia, Benjie Yap, menyatakan, “Kami sedang menavigasi situasi penuh tantangan dan memahami langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasinya.” Dia menekankan pentingnya inovasi berkualitas dalam menghadapi lanskap pasar yang terus berkembang.
Unilever Indonesia melakukan penyesuaian dengan menyempurnakan ragam produk dan memperkuat efisiensi operasional. “Meskipun diperlukan waktu untuk melihat dampak dari penyesuaian ini, saya yakin dengan kemampuan yang kami miliki untuk memulihkan dan menumbuhkan kinerja,” tambahnya.
Dalam upaya memperbaiki kinerja, Unilever Indonesia meluncurkan produk baru seperti Tresemme Serum, Ponds Sun Serum, dan Royco Saus Tiram, yang mendapatkan respons positif dari konsumen. Perusahaan juga bertransformasi dalam kanal distribusi dan manajemen stok untuk tetap kompetitif.
Dari sisi biaya, Unilever Indonesia mengatur ulang alokasi sumber daya dan memfokuskan investasi pada prioritas strategis yang mendukung pertumbuhan dan inovasi. “Transformasi organisasi akan membawa energi baru, budaya perbaikan berkelanjutan, dan inovasi,” ungkap Benjie.
Dia menegaskan, Unilever Indonesia sedang menjalankan transformasi menyeluruh yang akan berlangsung hingga paruh pertama tahun depan. “Kami percaya akan kemampuan kami untuk membalikkan kinerja. Kami berkomitmen untuk bangkit lebih kuat dan sigap meraih peluang di masa depan,” tutupnya.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Unilever Indonesia optimis dapat menghadapi tantangan dan meraih kesuksesan di masa mendatang.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































