Pertamina Teken Kontrak Bagi Hasil Eksplorasi Blok Melati

PT Pertamina, bersama mitra internasionalnya Sinopec dari Tiongkok dan Kufpec dari Kuwait, baru saja menandatangani kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) untuk pengembangan Blok Melati. Blok ini terletak di kawasan frontier darat dan lepas pantai Sulawesi, yang diperkirakan memiliki potensi gas mencapai triliunan kaki kubik.

Menurut dokumen lelang, Blok Melati seluas 8.453,7 kilometer persegi ini dinilai sebagai salah satu area dengan cadangan minyak dan gas yang besar, dengan estimasi 850 juta barel minyak dan 4,7 triliun kaki kubik gas. Chalid Said Salim, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi, mengungkapkan, “Jika cadangan komersial terbukti, ini dapat membuka prospek baru di wilayah sekitar, menempatkan Sulawesi sebagai hotspot minyak dan gas berikutnya.”

Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati akan mengoperasikan blok ini dengan skema cost recovery, yang memungkinkan mitra untuk mendapatkan penggantian biaya dari pemerintah Indonesia setelah eksplorasi berhasil dan produksi komersial dimulai. Dalam investasi awal sebesar US$12,7 juta selama tiga tahun pertama eksplorasi, dana tersebut akan digunakan untuk studi geologi, geofisika, serta akuisisi data seismik sepanjang 250 kilometer garis 2D dan 200 kilometer persegi data seismik 3D.

Muhamad Arifin, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati, menyatakan bahwa eksplorasi di Indonesia Timur, khususnya Sulawesi, menjadi “harapan baru” bagi industri minyak dan gas nasional. Dengan potensi yang ada, wilayah ini diharapkan dapat menemukan cadangan minyak dan gas baru yang signifikan, mendukung ketahanan energi Indonesia di masa depan.

Blok Melati ditawarkan melalui mekanisme tender langsung pada putaran lisensi pertama Indonesia di tahun 2024. Sebelum penandatanganan PSC ini, para mitra telah membayar bonus tanda tangan sebesar US$200.000. Proyek ini menandai langkah penting dalam pengembangan sumber daya alam di kawasan Sulawesi.

Bagi Sinopec, penandatanganan PSC ini merupakan eksplorasi baru pertama di Indonesia dalam lebih dari satu dekade. Kerjasama ini juga mencerminkan komitmen kedua perusahaan dalam meningkatkan produksi minyak dan gas melalui pendekatan teknologi canggih dan pengembangan sumber daya energi berkelanjutan.

Dengan penandatanganan kontrak bagi hasil untuk Blok Melati, langkah ini diharapkan dapat menjadi landasan baru bagi pertumbuhan industri minyak dan gas nasional. Tantangan dan peluang ke depan akan dihadapi bersama oleh Pertamina dan mitra-mitranya, dengan harapan dapat menemukan cadangan baru yang meningkatkan produksi nasional.

 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img