MUIP Garuda Fund Dukung Pertumbuhan Startup Indonesia

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon), bersama MUFG Innovation Partners Co., Ltd (MUIP) dan MUFG Bank Ltd (MUFG), meluncurkan MUIP Garuda Fund sejak Januari 2023. Dana ventura ini ditujukan untuk mendukung investasi di berbagai startup dengan total dana mencapai USD100 juta.

MUIP Garuda Fund fokus pada startup tahap Seri A dan Seri B, dengan nilai investasi berkisar antara USD5 juta hingga USD10 juta. Pendanaan ini bertujuan untuk memperkuat startup di Indonesia serta memperluas ekosistem kolaborasi digital antara startup dan Danamon, termasuk Adira Finance.

Salah satu startup yang telah menerima pendanaan dari MUIP Garuda Fund adalah Qoala, sebuah perusahaan insurtech yang menyediakan solusi asuransi melalui platform digital terintegrasi. Qoala berhasil mendapatkan pendanaan di kuartal keempat 2023.

Global Alliance Strategic Director PT Bank Danamon Indonesia Tbk., Jin Yoshida, menegaskan bahwa kehadiran MUIP Garuda Fund merupakan bukti komitmen Danamon untuk terus bertransformasi sebagai grup finansial inovatif.

“Melalui MUIP Garuda Fund, kami meningkatkan platform digital kami dan memperkaya variasi solusi finansial yang kami tawarkan. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk menjadi mitra keuangan tepercaya yang berorientasi pada kebutuhan nasabah,” ujarnya dikutip dari sindonews, Minggu (20/10).

Dengan 2.647 perusahaan startup, Indonesia kini menjadi negara dengan jumlah startup terbanyak keenam di dunia. Startup di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan perkiraan sumbangan mencapai 4,6% terhadap PDB.

Namun, fenomena Tech Winter telah memengaruhi lanskap investasi di Indonesia, di mana investasi tahap benih (seed stage) turun 42% menjadi USD26 juta, dan pendanaan tahap awal (early stage) turun 24% menjadi USD113 juta selama semester pertama 2024.

Menyikapi kondisi tersebut, Danamon tidak hanya menyediakan pendanaan melalui MUIP Garuda Fund, tetapi juga mendukung transaksi digital pengusaha startup dengan produk unggulan seperti QR Danamon dan Direct Debit Danamon. QR Danamon terdiri dari QR Static dan QR Dynamic, yang memungkinkan transaksi keuangan yang aman dan efisien. Untuk QR Static, proses aktivasi hanya memakan waktu 3 hari, sedangkan QR Dynamic membutuhkan waktu hingga 3 bulan.

“Pengusaha startup dapat mengecek status pembayaran dan melakukan settlement secara real-time melalui API atau aplikasi QR Danamon,” tambah Jin Yoshida. “Transaksi ini diproses dengan cepat, dan dalam satu hari kerja, dana yang sudah diselesaikan akan langsung masuk ke rekening Danamon pengusaha.”

Selain itu, Direct Debit Danamon menawarkan solusi pembayaran online terintegrasi yang memungkinkan nasabah melakukan pembayaran hingga Rp1 juta untuk e-commerce dan Rp2 juta untuk P2P. “Kami menghadirkan solusi pembayaran digital yang terintegrasi melalui API, sejalan dengan tren teknologi yang sangat pesat,” ujar Andreas Kurniawan, Chief Digital Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

Hasilnya, per Agustus 2024, Danamon mencatat pertumbuhan positif dalam transaksi QR Danamon dan Direct Debit Danamon, dengan QR Danamon menunjukkan peningkatan lebih dari seribu persen YoY. “Kami berharap dapat memfasilitasi pertumbuhan bisnis pengusaha startup secara optimal, terutama di tengah tantangan Tech Winter ini,” tutup Andreas.

Dengan dukungan yang kuat terhadap ekosistem startup, Danamon menunjukkan komitmennya untuk membantu pengusaha menghadapi tantangan dan meraih peluang di masa depan.

 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img