Ekonom dari Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Hendri Saparini, menilai bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dapat dicapai jika pemerintah mengubah pendekatannya dari deindustrialisasi menjadi industrialisasi.
Dalam wawancara pada Jumat (18/10), Hendri menjelaskan pentingnya langkah-langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas, guna menghindari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).
Baca artikel terkait: CORE Ungkap Strategi Agar Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Hendri mengemukakan tiga langkah utama yang harus diambil:
- Penerapan Ekonomi Pancasila: Hendri menyatakan bahwa pendekatan ekonomi harus fokus pada kerakyatan dan demokrasi ekonomi. “Pemerintah harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan memberikan akses luas bagi semua pihak untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi, termasuk memajukan sektor industri,” ungkapnya.
- Revitalisasi Industri: Indonesia perlu belajar dari negara-negara maju yang berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi pesat melalui industrialisasi. Saat ini, Indonesia mengalami deindustrialisasi dini yang menjadi tantangan. Hendri menegaskan, “Revitalisasi industri harus menjadi prioritas untuk mendorong pertumbuhan. Pemerintah perlu membangun industri dasar dan memastikan sektor-sektor di berbagai daerah bergerak secara terpadu.”
Ia juga menyarankan agar industri manufaktur dijadikan jangkar untuk membangun backward dan forward linkage antara BUMN dan pihak swasta, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah.
Hendri menambahkan pentingnya menyusun strategi industri yang inovatif dan canggih untuk menghadapi dinamika global. Salah satu fokusnya adalah kebijakan hilirisasi industri tambang yang memerlukan pemastian perhitungan kandungan nikel, bauksit, dan lainnya.
“Dengan adanya kebijakan pemastian kandungan bahan tambang ini, potensi kerugian negara akibat perselisihan juga bisa dicegah,” pungkas Hendri.
Dengan melaksanakan langkah-langkah tersebut, Hendri percaya bahwa Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang diinginkan dan keluar dari jebakan pendapatan menengah. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan angka pertumbuhan, tetapi juga membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































