InfoEkonomi.ID – Jasa Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertanggung jawab memberikan perlindungan kepada masyarakat, terus berinovasi melalui adopsi teknologi canggih. Di bawah arahan Direktur Keuangan, Bayu Rafisukmawan, Jasa Raharja meluncurkan terobosan terbaru dalam transformasi proses pembayaran santunan menggunakan Cash Management System (CMS) perbankan. Sistem ini dirancang untuk mempercepat pencairan dana santunan, terutama dalam kasus meninggal dunia, serta meminimalisir birokrasi yang berbelit-belit.
“Langkah ini tidak hanya memotong rantai birokrasi yang panjang, tetapi juga menempatkan kepentingan korban sebagai prioritas utama,” ujar Bayu, seperti diberitakan liputan6.com, Rabu (25/9).
Tak hanya itu, sistem overbooking santunan luka-luka langsung ke rekening rumah sakit juga diperkenalkan. Inovasi ini memastikan korban mendapatkan perawatan medis dengan cepat tanpa harus khawatir menghadapi proses administrasi yang rumit. Bayu menambahkan bahwa inovasi ini sangat penting untuk memberikan layanan yang cepat dan efektif, terutama dalam situasi darurat.
Sebagai upaya meningkatkan efisiensi, Jasa Raharja juga meluncurkan aplikasi JRku yang terkoneksi dengan BRI Virtual Account untuk memudahkan perusahaan otobus dalam membayar Iuran Wajib/Kontribusi Premi (IWKBU). Aplikasi ini memotong beban administrasi dan mempercepat transaksi keuangan, memberikan keuntungan bagi perusahaan otobus dan memperkuat hubungan dengan mitra bisnis Jasa Raharja.
Meskipun menghadapi tantangan ekonomi global di tahun 2023, Jasa Raharja berhasil mencatatkan premi bruto sebesar Rp4,74 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang positif. Keberhasilan ini menegaskan bahwa perusahaan mampu beradaptasi dengan kondisi ekonomi yang dinamis dan tetap menjaga kinerja keuangannya sesuai standar Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bayu menegaskan bahwa meskipun telah meraih capaian finansial yang apik, fokus utama Jasa Raharja tetap pada kualitas pelayanan. Dengan mengutamakan efisiensi dan penyelesaian klaim yang cepat, Jasa Raharja yakin bahwa kepercayaan masyarakat akan menjadi fondasi keberlanjutan bisnis di masa depan. Penerapan teknologi digital, tambah Bayu, bukan hanya untuk efisiensi operasional, tetapi juga sebagai komitmen Jasa Raharja untuk hadir dan membantu masyarakat dalam setiap situasi darurat.
“Transformasi digital ini adalah bukti nyata bahwa Jasa Raharja berupaya menjadi lebih responsif dan proaktif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutup Bayu.
































