InfoEkonomi.ID – Bank Indonesia (BI) berhasil mengurangi ketergantungan domestik terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melalui kebijakan strategis bernama Local Currency Settlement (LCS). Kebijakan ini, yang telah dikembangkan sejak akhir 2017, memungkinkan penyelesaian transaksi bilateral antara Indonesia dan negara-negara lain dalam mata uang masing-masing, tanpa harus menggunakan dolar AS.
Meskipun transaksi perdagangan antara Indonesia dan AS tidak signifikan, penggunaan dolar dalam perdagangan antarnegara masih sangat besar, termasuk dalam transaksi dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. “Sebagian besar transaksi perdagangan kita, bahkan dengan negara-negara yang bukan AS, masih menggunakan dolar, yang akhirnya meningkatkan permintaan dolar di pasar domestik,” kata Kepala Grup Review dan Strategi Pengelolaan Moneter BI, R. Triwahyono, dalam UOB Economic Outlook 2025, Rabu (25/9) dikutip dari cnbcindonesia.com.
Baca juga: Sektor Kunci Ekonomi Indonesia Masih Terabaikan
Dengan adanya LCS, perdagangan antara dua negara dapat diselesaikan dalam mata uang masing-masing. Misalnya, transaksi perdagangan antara Indonesia dan Jepang bisa dilakukan dalam rupiah, dan penyelesaiannya tetap dilakukan di Indonesia. Sebaliknya, jika perdagangan dilakukan dalam yen, maka setelmen transaksinya akan dilakukan di Jepang.
Triwahyono menegaskan bahwa LCS bukanlah bentuk dedolarisasi atau langkah anti-dolar. “Ini bukan berarti Indonesia tidak butuh dolar, tapi kita perlu diversifikasi mata uang untuk mengurangi ketergantungan berlebihan pada dolar,” jelasnya.
Saat ini, Indonesia telah menandatangani perjanjian LCS dengan lima negara ASEAN, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Indonesia. Inisiatif ini memberikan lebih banyak pilihan kepada pelaku usaha dalam memilih mata uang yang mereka gunakan dalam perdagangan internasional.
Dengan kebijakan ini, BI berharap dapat mendorong perdagangan internasional yang lebih efisien tanpa mengandalkan penggunaan dolar AS secara berlebihan, sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi domestik.



























