InfoEkonomi.ID – PT Brantas Abipraya (Persero) juga melakukan peresmian Gallery & Craft UMK Abipraya, juga peluncuran Vending Machine. Peresmian ini merupakan wujud komitmen Abipraya dalam pengembangan UMK, selaras dengan program Kementerian BUMN untuk mendorong perluasan pasar produk UMK.
Peresmian pun ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan oleh Tedi Bharata, Deputi SDM dan Teknologi Informasi – Kementerian BUMN; Tursandi Alwi, Komisaris Brantas Abipraya dan Sugeng Rochadi, Direktur Utama Brantas Abipraya.
“Produk-produk yang disajikan pada Vending Machine dan yang disajikan di Gallery & Craft UMK Abipraya ini merupakan produk-produk UMK mitra binaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Brantas Abipraya, dengan berbagai jenis varian dari mulai produk makanan, fesyen, berbagai aksesoris hingga kerajinan tangan,” Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.
Tak hanya itu, dengan menggandeng Plasticpay, Abipraya juga meluncurkan inovasi Reverse Vending Machine (RVM) untuk mengajak masyarakat khususnya Insan Abipraya turut berpartisipasi dalam mengurangi sampah botol plastik merek apapun.
Plasticpay sendiri merupakan gerakan sosial berbasis platform digital, yang mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam pengelolaan sampah.
Sampah plastik yang terkumpul akan didaur ulang dan menghasilkan butiran Recycled Polyester Staple Fiber, benang serta kain yang nantinya digunakan sebagai bahan baku bantal, sajadah, boneka, tempat tidur, karpet dan furniture.
Pengumpulan sampah botol plastik melalui Plasticpay ini mendukung SDGs Nomor 11 Sustainable Cities and Communities, SDGs Nomor 12 Responsible Consumption and Production, SDGs Nomor 14 Life Below Water, dan SDGs Nomor 17 Partnership for the Goals, sebagai wujud Brantas Abipraya dalam mengimplementasikan program TJSL pada bidang Pembangunan Lingkungan dan Pembangunan Ekonomi.
“Melalui peluncuran vending machine plasticpay di momen yang bersamaan pada Townhall Meeting AKHLAK ini Brantas Abipraya juga ingin mengenalkan kepada Insannya pada Environment, Social, Governance (ESG). Dan semoga, nilai budaya AKHLAK dapat semakin diinternalisasikan dengan baik, diamalkan dan diterapkan dalam keseharian Insan Abipraya.” Pungkas Tumpang Muhammad.































