InfoEkonomi.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa program makan bergizi menjadi salah satu inisiatif penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan V 2023-2024 di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 dibutuhkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6-8 persen per tahun. Target ambisius ini, katanya, dapat dicapai dengan memprioritaskan investasi pada sumber daya manusia (SDM) guna memacu produktivitas masyarakat.
“Dengan demikian, program perbaikan sumber daya manusia (SDM) termasuk melalui program makanan bergizi dan perbaikan reformasi kesehatan , perbaikan kualitas pendidikan serta penyempurnaan jaring pengaman sosial menjadi sangat penting dalam meningkatkan produktivitas SDM Indonesia,” kata Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan V 2023-2024 di Jakarta, Selasa.
Menkeu juga menyoroti pentingnya belajar dari negara-negara seperti Korea Selatan dan Taiwan yang secara konsisten berinvestasi pada kualitas SDM. Ia menyebut bahwa investasi berkelanjutan ini mampu meningkatkan produktivitas dan membantu negara-negara tersebut keluar dari jebakan pendapatan menengah (Middle-Income Trap/MIT).
“Diperlukan produktivitas tinggi yang konsisten dalam 15 tahun menuju negara maju investasi dan peran sektor manufaktur di Korea Selatan tumbuh di atas 10 persen setiap tahun, Demikian juga dengan pengalaman Taiwan untuk menjadi negara maju investasi bahkan tumbuh 20 persen dan sektor manufaktur tumbuh di atas 8 persen,” jelasnya.
Menkeu Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa harus tetap ada perbaikan iklim investasi untuk meningkatkan peran investasi dan pertumbuhan manufaktur yang menjadi sektor kunci bagi perjalanan menuju Indonesia emas 2045.
“Untuk mencapai pertumbuhan (ekonomi) tinggi kontribusi dari produktivitas harus dan wajib ditingkatkan hal ini bisa diperoleh melalui investasi SDM dan transformasi ekonomi agar menciptakan nilai tambah yang semakin tinggi di dalam perekonomian nasional,” paparnya yang dilansir dari ANTARA.

































