InfoEkonomi.ID – Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan beras di Indonesia, Perum Bulog (Badan Urusan Logistik) telah mencatat capaian yang signifikan dalam pengadaan dan penyerapan beras, baik dari dalam negeri maupun melalui impor.
Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, mengungkapkan bahwa saat ini Bulog berhasil menjaga stok dengan volume ideal sebesar 1,8 juta ton.
Sejak awal musim panen, Bulog telah menyerap hampir 700 ribu ton gabah/beras dari petani dalam negeri. Selain itu, sebagai bagian dari tugasnya untuk memenuhi kebutuhan nasional, Bulog juga telah melakukan impor sebanyak 2 juta ton beras dari luar negeri, dari total izin impor yang diterbitkan sebanyak 3,6 juta ton.
Bayu Krisnamurthi juga menjelaskan bahwa proses impor dilakukan melalui 26 pelabuhan di seluruh Indonesia, dengan mengutamakan pelabuhan di daerah-daerah yang bukan sentra produksi. Pelabuhan Tanjung Priok, yang merupakan pelabuhan utama dan terbesar di Indonesia, menjadi salah satu pintu masuk utama bagi beras impor. Hingga Mei 2024, sekitar 490.000 ton beras telah berhasil dibongkar di Pelabuhan Tanjung Priok.
“Dalam beberapa bulan terakhir, meskipun menghadapi tantangan seperti cuaca yang kurang mendukung pada awal tahun, proses pengeluaran beras impor berjalan lancar. Kami juga berhasil mengatasi beberapa masalah yang muncul, sehingga saat ini tidak ada lagi antrian kapal maupun truk beras di gudang Jakarta,” tambah Bayu.
Selain fokus pada pengadaan beras, Bulog juga terus aktif dalam penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Sembako (SPHP) kepada masyarakat yang membutuhkan. Dalam menyambut Hari Raya Iduladha, Bulog kembali mendapat tambahan penugasan untuk menyalurkan Bantuan Pangan Beras selama 3 bulan ke depan, yang akan mencakup 22 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Dengan capaian ini, Bulog berkomitmen untuk terus mendukung ketahanan pangan nasional serta memastikan ketersediaan beras yang cukup dan stabil di pasar.
































