InfoEkonomi.ID – BTPN Syariah mengakui bahwa pendampingan adalah kunci dalam melayani masyarakat inklusi. Salah satu caranya adalah dengan memperkuat pendampingan ibu-ibu nasabah melalui Program Bestee BTPN Syariah.
“Pendampingan ini membutuhkan kolaborasi, bukan hanya dari BTPN Syariah, tetapi juga dengan melibatkan pihak eksternal untuk mendampingi masyarakat inklusi,” ujar Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin.
Pada tahun 2022, BTPN Syariah melalui program Bestee (Berdaya Bersama Sahabat Tepat Indonesia) berkolaborasi dengan Kampus Merdeka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program Bestee melibatkan ribuan mahasiswa untuk mendampingi dan memberikan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.
“Tujuan dari program pendampingan ini adalah untuk memberikan literasi terkait kewirausahaan guna mengembangkan wawasan nasabah, sehingga berdampak pada perkembangan usaha mereka,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, nasabah diberikan materi dan praktik yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Ini memungkinkan mereka untuk mengatasi berbagai kendala dan tantangan dalam mengembangkan usahanya.
“Pendampingan ini diharapkan memberikan dampak positif, sehingga usaha nasabah dapat mengalami perubahan dan keberlanjutan,” tambahnya.
Ratikah, pemilik usaha Opak dari Lombok, merasakan manfaat besar dari pendampingan yang diberikan. Sebagai salah satu nasabah inspiratif BTPN Syariah, ia dulunya adalah buruh pembuat opak, kini berhasil membangun usaha produksi opak sendiri. Ratikah, yang telah bersama BTPN Syariah sejak 2014, selalu menerapkan empat perilaku unggul: Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS), yang telah memberikan dampak positif bagi komunitasnya.
“Saya memulai dengan pembiayaan Rp 1 juta, dan percaya diri membangun usaha produksi opak,” katanya.
Kini, usahanya semakin berkembang dengan pembiayaan dari BTPN Syariah yang meningkat hingga Rp 13 juta. Usahanya mampu menghasilkan omzet sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per hari, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Ratikah kini memiliki 15 karyawan yang membantunya memproduksi opak setiap hari. Ia juga terpilih sebagai penerima hadiah program umrah satu pesawat yang diberikan BTPN Syariah kepada nasabah inspiratif se-Indonesia.
“Alhamdulillah, ini membuat satu per satu mimpi saya terwujud, salah satunya adalah berangkat umrah,” ujarnya.
































