Pemerintah Antisipasi Lonjakan Konsumsi Energi Jelang Idulfitri

69

InfoEkonomi.ID

Setelah melakukan peninjauan di sejumlah titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), terminal BBM, pembangkit dan transmisi ketenagalistrikan, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin ketersedian pasokan energi semasa libur Ramadan dan Idulfitri 2024.

Sisi peningkatan konsumsi dan penyediaan energi jadi fokus perhatian selaras dengan kelancaran pelayanan pendistribusian.

Hasil pemantauan tim Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI 2024), terjadi lonjakan konsumsi national pada produk gasonline dan gasoil hingga Sabtu, 6 April 2024. Hal ini seiring dengan pergerakan jumlah pemudik menyusul berakhirnya aktivitas perkantoran.

Secara rincian, pertalite naik 11%. pertamax naik 24%, turbo naik 90% serta kerosene naik 43% dibandingkan hari normal. Sedangkan pada gasoil, solar juga mengalami kenaikan 9%, dexlite naik 29%, dan dex naik 33%.

“Menghadapi lebaran kali ini, tingginya angka pemudik dibanding tahun 2023 lalu meski diantisipasi dengan mengamankan gasoline. Perlu diperhatikan juga kantong-kantong (lokasi BBM) yang relatif padat dilalui pemudik,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif saat memberikan pengarahan kepada Satgas RAFI secara virtual di Jakarta, Sabtu (6/4).

Terpusatnya pergerakan mudik, sambung Arifin, ke arah Sumatera, Jawa, dan Nusa Tenggara pada akhir pekan ini seiring dengan realisasi harian BBM di sejumlah provinsi. Sumatera Selatan menjadi wilayah tertinggi mengalami peningkatan gasoline sebesar 27%, disusul Lampung (26%); Bengkulu dan Nusa Tenggara Timur (23%); Bali, Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Barat dan (16%); Jawa Barat dan Jawa Tengah (13%); DI Yogyakarta dan Jawa Timur (12%); Banten (9%); dan DK Jakarta (6%).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini