Bertemu Menlu China, Luhut Dorong Perpanjangan Rute Kereta Cepat Hingga Surabaya

InfoEkonomi.ID – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyoroti pertumbuhan signifikan dalam jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh yang menghubungkan Jakarta dan Bandung.

Proyek ini telah menunjukkan keberhasilan yang menjanjikan sejak diluncurkan pada 17 Oktober 2023, Luhut menyatakan bahwa saatnya untuk memperpanjang rute kereta cepat ini hingga mencapai Surabaya.

- Advertisement -

Dalam tiga bulan terakhir, rata-rata jumlah penumpang Kereta Cepat mencapai 15.000 per hari, dengan jumlah ini terus meningkat. Bahkan, saat puncak arus mudik Lebaran, jumlah penumpang mencapai 21.422, naik 34% dari rata-rata harian.

Peningkatan ini menjadi sorotan saat Luhut mengungkapkan pandangannya di hadapan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dalam acara Dialog Tingkat Tinggi dan Mekanisme Kerja Sama Indonesia-China (HDCM) di Labuan Bajo pada Jumat, 19 April.

- Advertisement -

“Terkait Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang terus mengalami jumlah peningkatan penumpang sejak peluncurannya, sampai pada puncak arus mudik lebaran lalu. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa proyek ini selayaknya dapat dilanjutkan sampai ke Surabaya,” ungkap Luhut dalam unggahannya di Instagram, @luhut.pandjaitan dikutip Senin (22/4/2024).

Luhut menyatakan dirinya bakal menindaklanjuti proyek lanjutan Kereta Cepat dengan membentuk tim percepatan dengan pihak China.

“Kereta Api Cepat Jakarta Surabaya kita sepakat segera bentuk tim,” ungkap Luhut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah secara langsung meminta China untuk mempercepat proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya. Hal ini diungkapkan Jokowi saat Wang Yi melakukan kunjungan kehormatan ke Istana Negara, Jakarta Pusat pada Kamis 18 April lalu.

- Advertisement -

“Presiden sampaikan soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan mendorong adanya alih teknologi dan perlunya percepatan penyelesaian studi kelayakan untuk perpanjangan trase ke Surabaya,” ungkap Menlu Retno Marsudi yang memberikan keterangan pers soal pertemuan Jokowi dan Wang Yi.

Kembali ke Luhut, dia pernah menjelaskan kajian proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya sudah mulai dilakukan, melibatkan Indonesia dan China. Hal ini diungkapkan Luhut sejak Januari 2024 yang lalu.

Bunga pinjaman dari proyek ini menjadi salah satu hal utama yang sedang dibahas. Menurutnya, belajar dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Luhut yakin proyek kereta cepat sampai Surabaya akan lebih murah. Pada proyek sebelumnya ia menyebut ada masalah terkait dengan tanah.

“Sekarang bicara soal bunganya. Kita berangkat dari pengalaman Jakarta-Bandung, pasti kita bikin lebih murah. Karena dulu masalah tanah, sekarang kita sudah tahu nih kiat-kiatnya, terowongan, yang seminimum mungkin bikin, terowongan misalnya,” katanya di Kantor Kemenko Marves, Jakarta Pusat yang dilansir dari detik.com pada Jumat (26/1/2024) yang lalu.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img