InfoEkonomi.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan realisasi pencairan Tunjangan Hari Raya atau THR untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pensiunan mencapai Rp13,4 triliun per 24 Maret 2024. Rincian terperinci alokasi anggaran untuk THR ASN dan pensiunan, yang mencapai total Rp48,7 triliun.
Sri Mulyani menjelaskan dari alokasi THR PNS dan Pensiunan Rp 48,7 triliun, terdiri dari pemberian THR untuk ASN/Pejabat/TNI/Polri yang berasal dari APBN senilai Rp 18 triliun dan APBD Rp 19 triliun. Kemudian untuk pensiunan dan penerima pensiun sebesar Rp 11,7 triliun.
“Bahwa THR 2024 itu menggunakan angaran Rp 48,7 triliun sesuai dengan apa yang sudah saya sampaikan di dalam pengumuman mengenai THR,” ujarny dikutip Selasa (26/3/2024).
Detail realisasi THR dari APBN mencapai Rp3,2 triliun dari total pagu Rp18 triliun. Dana tersebut telah disalurkan kepada 625.112 pegawai ASN/Pejabat/TNI/Polri pusat.
“Itu sudah 625.112 pegawai dari 4.722 satker yang sudah menyampaikan surat perintah membayarnya, dan sudah kita proses, sehingga sudah bisa dibayarkan THR nya itu Rp 3,2 triliun. Artinya masih ada Rp 18 triliun dikurangi Rp 3,2 triliun untuk seminggu ke depan realisasinya,” jelas Menkeu.
Namun, terkait dengan realisasi THR dari APBD, Kementerian Keuangan belum memperoleh data yang memadai. Ini berarti bahwa ASN daerah, TPG ASN Daerah, dan Tamsil Guru ASN daerah belum menerima THR.
“Untuk APBD belum dapat informasinya, nanti kita akan sampaikan berarti untuk ASN daerah, TPG ASN Daerah, dan Tamsil guru ASN daerah,” katanya.
Sedangkan, realisasi THR pensiunan sudah mencapai Rp 10,2 triliun dari pagu Rp 11,7 triliun. Untuk rinciannya, sebanyak Rp 9,98 triliun telah disalurkan kepada 3,07 juta pensiunan melalui PT Taspen, dan Rp 168,6 miliar telah disalurkan kepada 57,4 ribu pensiunan melalui PT Asabri.
“Pensiunan realisasinya cepat, sudah Rp 10,2 triliun. Ini pembayarannya melalu Taspen dan Asabri,” pungkasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan ASN di daerah belum mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) 2024. Lantaran, Kementerian Keuangan belum mendapatkan data realisasi mengenai penyaluran THR PNS dan ASN daerah.
“Untuk APBD belum dapat informasinya, nanti kita akan sampaikan berarti untuk ASN daerah, TPG ASN Daerah, dan Tamsil guru ASN daerah,” kata Menkeu dalam konferensi pers APBN Kita Periode 15 Maret 2024, di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (25/3/2024).
Diketahui, alokasi pemberian THR pada tahun 2024 adalah Rp 48,7 triliun, yang terdiri dari pemberian THR untuk ASN/Pejabat/TNI/Polri pusat yang berasal dari APBN senilai Rp 18 triliun dan APBD Rp 19 triliun untuk ASN daerah, TPG ASN daerah, dan Tamsil Guru ASN daerah. Kemudian untuk pensiunan dan penerima pensiun sebesar Rp 11,7 triliun.
“Bahwa THR 2024 itu menggunakan anggaran Rp 48,7 triliun sesuai dengan apa yang sudah saya sampaikan di dalam pengumuman mengenai THR,” jelasnya.
Adapun, secara keseluruhan realisasi pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) ASN pusat dan pensiunan hingga 24 Maret 2024 sudah mencapai Rp 13,4 triliun dari total Rp 48,7 triliun.
“Realisasinya sampai 24 Maret untuk komponen THR itu sudah teralisasi Rp 13,4 triliun,” ujarnya.
Untuk rincian realisasinya THR dari APBN telah mencapai Rp 3,2 triliun dari pagu Rp 18 triliun. THR tersebut telah disalurkan kepada 625.112 pegawai ASN/Pejabat/TNI/Polri pusat.
“Itu sudah 625.112 pegawai dari 4.722 satker yang sudah menyampaikan surat perintah membayarnya, dan sudah kita proses, sehingga sudah bisa dibayarkan THR nya itu Rp 3,2 triliun. Artinya masih ada Rp 18 triliun dikurangi Rp 3,2 triliun untuk seminggu ke depan realisasinya,” ujar Menkeu.
Sementara, realisasi THR pensiunan sudah mencapai Rp 10,2 triliun dari pagu Rp 11,7 triliun. Untuk rinciannya, sebanyak Rp 9,98 triliun telah disalurkan kepada 3,07 juta pensiunan melalui PT Taspen, dan Rp 168,6 miliar telah disalurkan kepada 57,4 ribu pensiunan melalui PT Asabri.































