InfoEkonomi.ID – Kinerja keuangan PT PP Tbk (Persero) (PTPP) di tahun 2023 berhasil tumbuh positif. Dimana emiten konstruksi ini membukukan pendapatan sebesar Rp19,99 triliun.
Pendapatan ini meningkat 5,67% dibanding periode 2022 yang sebesar Rp18,92 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, kemarin.
Seiring dengan naiknya pendapatan, beban pokok pendapatan PTPP juga membengkak dari Rp16,24 triliun pada 2022 menjadi Rp17,61 triliun pada 2023.
Angka tersebut meningkat 8,41% secara tahunan atau year on year (yoy). Alhasil, laba kotor PTPP tercatat turun 10,98% dari Rp2,67 triliun selama 2022 menjadi Rp2,38 triliun pada 2023.
Meski begitu, setelah dikurangi berbagai macam beban yang dapat diefisiensikan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk PTPP tercatat meningkat menjadi Rp481,36.
Laba tahun berjalan ini naik 77,17% dibandingkan periode 2022 yang sebesar Rp271,69 miliar. Hingga akhir Desember 2023, total aset PTPP tercatat turun menjadi Rp56,52 triliun, dibandingkan akhir Desember 2022 yang sebesar Rp57,61 triliun.
Di sisi lain, total liabilitas PTPP tercatat sebesar Rp41,38 triliun per akhir 2023, turun dibanding akhir 2022 yang sebesar Rp42,79 triliun. Sementara itu total ekuitas PTPP tercatat sebesar Rp15,14 triliun di akhir 2023, meningkat tipis dibanding 2022 yang sebesar Rp14,82 triliun.
Adapun, PTPP mencatat penerimaan kas dari pelanggan senilai Rp19,54 triliun per akhir Desember 2023, meningkat dari akhir 2022 yang sebesar Rp18,32 triliun. Kas dan setara kas PTPP pada akhir 2023 berkurang menjadi Rp4,17 triliun, dibanding 2022 yang sebesar Rp5,44 triliun.
Tahun ini, perseroan memasang target moderat untuk pertumbuhan kontrak baru pada tahun 2024, hanya sebesar 5% dari pencapaiannya di tahun 2023. Sebagai perbandingan, perseroan memproyeksikan kontrak baru senilai Rp34,5 triliun pada akhir tahun 2023. Disebutkan, target pertumbuhan 5% dapat disebut sebagai target yang aman, yang tampaknya disebabkan oleh posisi keuangan terkini dan strategi perseroan.
Sementara untuk belanja modal atau capex 2024 dialokasikan tumbuh secara konservatif dari tahun 2023 yaitu 45% untuk anak usaha utama, 19% untuk anak usaha non utama, 6% untuk afiliasi dan lainnya sebesar 29%.
https://www.neraca.co.id/article/195342/ptpp-catatkan-pendapatan-rp1999-triliun































