InfoEkonomi.ID – PT Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua) meraih peringkat idA dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Peringkat ini diberikan lantaran Bank Papua memiliki permodalan yang sangat kuat serta profil likuiditas yang juga kokoh.
“Peringkat tersebut mencerminkan pasar captive Bank Papua di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, permodalan yang sangat kuat, dan profil likuiditas yang kuat,” tulis Pefindo dalam keterangan resminya yang dilansir dari mediaasuransinews, Kamis, 18 Januari 2024.
Peringkat tersebut dibatasi oleh kualitas aset yang lemah, tingkat profitabilitas yang di bawah rata-rata, dan persaingan yang ketat di segmen kredit produktif.
Peringkat dapat dinaikkan jika Bank Papua dapat memperkuat posisi bisnisnya secara signifikan dan memperbaiki profil kualitas aset dan profitabilitas secara berkelanjutan.
Peringkat dapat diturunkan jika posisi bisnis Bank mengalami pelemahan yang material, atau jika salah satu profil keuangan Bank melemah secara substansial.
Bank Papua adalah bank pembangunan daerah yang beroperasi di provinsi Papua dan provinsi Papua Barat, dengan fokus pada segmen korporasi dan konsumer.
Pada 30 September 2023, sebesar 24,0% saham Bank dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Papua, 15,7% oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat, 58,1% oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten di Papua dan Papua Barat, dan 2,2% oleh Koperasi Serba Usaha Bank Papua Berdikari.
Kegiatan usahanya didukung oleh 2.610 karyawan dan jaringan sebanyak 42 kantor cabang, 59 kantor cabang pembantu, serta 121 kantor kas dan payment points
































