InfoEkonomi.ID – PT Pos Indonesia (Persero) kembali dipercaya Pemerintah untuk menjadi distributor utama dalam menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino periode November-Desember 2023.
Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Faizal Rochmad Djoemadi memastikan pihaknya siap menjalankan amanah pemerintah dalam menyalurkan BLT EL Nino tersebut.
Ia optimistis Pos Indonesia bisa memenuhi harapan pemerintah agar penyaluran bisa berjalan lancar, cepat dan tepat waktu. Pihaknya sudah memiliki pengalaman dalam mendistribusikan jenis program bantuan-bantuan lainnya.
Ada tiga mekanisme yang disiapkan Pos Indonesia dalam menyalurkan BLT El Nino agar bisa berjalan dengan lancar. Sebelum merealisasikan ketiga mekanisme tersebut, Pos Indonesia juga mempersiapkan hal-hal penting salah satunya data KPM.
Para KPM yang menerima BLT El Nino merasa sangat terbantu di tengah kondisi ekonomi di mana harga kebutuhan pokok merangkak naik.
Nurseka yang merupakan warga Kelurahan Kuripan Kertoharjo adalah salah satu penerima BLT El Nino. BLT El Nino yang didapatkannya akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya.
Berbagai pihak berharap penyaluran ini bisa digunakan dengan tepat dan memenuhi harapan Presiden Jokowi yakni membantu keluarga yang rentan dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan.
Sebelumnya, pemerintah bergerak cepat menyalurkan bantuan BLT El Nino periode November-Desember 2023. Setelah meluncurkan bantuan perdana di Pekalongan pada 13 Desember 2023, sehari kemudian pemerintah melanjutkan penyaluran di Kota Malang, Jawa Timur.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan alasan program bantuan BLT El Nino diadakan. Ia menjelaskan, bantuan ini dibagikan untuk membantu daya beli masyarakat karena kenaikan harga akibat adanya perubahan iklim.
“Adanya perubahan iklim, ada gelombang panas sehingga produksi padi menurun, karena produksi padi menurun harga menjadi naik-sedikit naik,” ucap Presiden saat berdialog dengan penerima manfaat yang hadir.
Adapun bantuan BLT El Nino diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) untuk periode November-Desember 2023 dengan nilai bantuan sebesar Rp200 ribu per periode. Dalam realisasinya, pemerintah membagikan bantuan dua bulan tersebut sekaligus pada Desember 2023. Sehingga masyarakat menerima total bantuan sebesar Rp400 ribu.
“Jadi untuk November sama Desember diambil di bulan Desember, Rp400 ribu ya? Mau dipakai apa?” ucap Presiden bertanya kepada masyarakat penerima bantuan.
“Beli sembako, Pak,” jawab masyarakat.
Para penerima manfaat yang hadir pada kesempatan tersebut juga merupakan penerima bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP). Presiden pun menyampaikan bahwa bantuan pangan CBP akan dilanjutkan oleh pemerintah hingga Maret 2024.
“Ini juga penerima beras 10 kilo? Yang September, Oktober, November, Desember sudah diterima? Perlu saya sampaikan nanti akan dilanjutkan pada Januari, Februari, Maret,” ujar Presiden.
Presiden pun menyampaikan kepada masyarakat bahwa bantuan pangan CBP akan diperpanjang lagi oleh pemerintah jika APBN mencukupi. “Kalau nanti APBN kita cukup akan juga diperpanjang lagi,” tuturnya.
Turut mendampingi Presiden Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Pj. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Kemudian, hadir pula Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Robben Rico. Kemudian, momen penyaluran ini juga disaksikan Direktur Bisnis Jasa Keuangan Pos Indonesia Haris dan Ketua Satgas Bansos Pos Indonesia Hendra Sari.
Sementara itu, Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Robben Rico mengatakan penyaluran bantuan BLT El Nino dibagikan kepada 250 keluarga penerima manfaat (KPM) warga Malang. Seluruh KPM ini dinilai telah memenuhi kriteria, yakni masuk dalam data BPKS dan mereka yang merupakan penerima sembako reguler.
“Kalau yang berhak mendapat bantuan ini memang warga yang masuk di dalam data BPKS. Kedua, penerima sembako reguler,” ujar Robben yang dilansir dari Metrotv.news.
BLT El Nino dibagikan untuk warga yang terkena dampak kenaikan harga sembako, terutama beras. Bukan untuk rawan bencana.
“Misalkan kemarin, sebelum El Nino, sebelum kekeringan panjang, sebelum gagal panen, harga beras per kilo Rp10 ribu. Sekarang harganya ada yang Rp12 ribu sampai Rp15 ribu,” kata Robben.
“Artinya, Pak Presiden sayang sama warganya. Kemudian, memberikan bantuan untuk meng-cover selisih dan yang lainnya bisa dipakai untuk nambah pembelian gizi untuk warga,” sambungnya.
Robben menambahkan, pemerintah akan membagikan BLT El Nino kepada total 18,8 juta KPM di seluruh Indonesia. Ia memastikan pemerintah segera menuntaskan penyaluran bantuan ini.
“Kami sudah melaunching bantuan ini bersama Pak Presiden. Sekarang, kami sudah menyalurkan bantuan ini di Malang. Selanjutnya, nanti akan dituntaskan seluruhnya,” papar Robben.
































