InfoEkonomi.ID – PT Adhi Karya (Persero) Tbk salah satu perusahaan konstruksi milik BUMN mencatatkan raihan kontrak baru hingga kuartal III 2023 mencapai Rp24,8 triliun, atau tumbuh sebesar 37 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Farid Budiyanto menuturkan, ADHI telah memperoleh 3 tambahan proyek di bulan September 2023, yang terdiri dari proyek gedung RSUD Kota Surabaya, Stadion Utama Medan, dan Pabrik di Palembang.
“Tambahan proyek baru pada September diperoleh dari proyek gedung RSUD Kota Surabaya, Stadion Utama Medan, dan Pabrik di Palembang,” kata Farid dilansir dari Liputan6.com, Jumat (3/11/2023).
Sedangkan, sepanjang 2023 hingga September, proyek besar ADHI berasal dari proyek kereta di Filipina yang diperoleh di Juni 2023 dan Proyek Jalan Tol di Cikampek Selatan, Sumatera, Probowangi.
“Adapun untuk 2024, beberapa proyek penting kami targetkan antara lain proyek jalan tol, proyek perkeretaapian dan pekerjaan gedung baik BUMN atau BUMD dan Pemerintah,” kata dia.
Sementara itu, ADHI telah menyerap belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 900 miliar atau Rp 0,9 triliun. Dana tersebut telah digunakan untuk pembelian aset sebesar 36 persen dan penyertaan sebesar 64 persen, nilai ini tumbuh 79 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.
Di samping itu, Adhi Karya juga telah mengumumkan kinerja keuangan sepanjang sembilan bulan pertama 2023. Perseroan mencatatkan peningkatan pendapatan usaha pada periode tersebut.
ADHI membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 11,44 triliun per kuartal III 2023. Hasil ini naik 25,30 persen year on year (YoY) dibandingkan pendapatan usaha pada periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp 9,13 triliun.
Hingga akhir kuartal III 2023, ADHI mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 23,53 miliar. Angka itu naik 11,94 persen dari laba bersih perusahaan pada kuartal III 2022 senilai Rp 21,02 miliar.
Total aset Adhi Karya per akhir kuartal III 2023 berjumlah Rp 39,41 triliun turun dibandingkan total aset per akhir 2022 senilai Rp 39,98 triliun.
ADHI mengalami penurunan liabilitas dari Rp 31,16 triliun pada akhir 2022 menjadi Rp 30,43 triliun per akhir kuartal III 2023. Di sisi lain, ekuitas Adhi Karya naik dari Rp 8,82 triliun per akhir 2022 menjadi Rp 8,98 triliun per akhir kuartal III 2023.
































