InfoEkonomi.ID – Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya (PAM Jaya) telah berhasil memasang lebih dari 960 ribu sambungan air di Jakarta. Selanjutnya, PAM Jaya akan menambah 19 ribu sambungan pipa air yang dijadwalkan hingga Agustus 2024.
Namun, ternyata dengan hadirnya fenomena El Nino yang melanda Indonesia, membuat musim kemarau akan terasa lebih panjang. Hal ini dikhawatirkan akan memberikan dampak krisis air yang melanda Indonesia termasuk kota Jakarta.
Oleh karena itu, Ketua DPRD Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta kepada PAM Jaya untuk bekerja sama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SPKD) untuk mengatasi serta mengantisipasi krisis air Jakarta.
“Warga saat ini terpaksa membortanah mencari air. Ini karena layanan PAM Jaya belum mampu mencakup seluruh wilayah. Perlu kerja sama dengan SKPD mencari solusi krisis air,” usul Ketua DPRD Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Jumat (13/10).
Prasetio mencontohkan Pulau Kelapa kalau kesulitan air, bisa mengambil air dari Pulau Genteng. Semua itu bisa dilaksanakan, andai PAM Jaya berkoordinasi dengan SKPD.
Dia mengatakan pemerintah bersama warga harus mampu menyelesaikan masalah tersebut. Hal itu dilakukan sambil menunggu tersedianya Instalasi Pengolahan Air (IPA) teknologi Sea Water Reserve Osmosis (SWRO).
“Alat SWRO ini mahal. Perlu koordinasikan dulu dengan warga untuk mencari penyelesaian darurat,” jelasnya. Prasetiojuga mengakui, musim kemarau berkepanjangan ini menjadi penyebabkrisis air sejumlah wilayah Jakarta.
Sebelumnya, Penjabat Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono berjanji untuk mengawal percepatan pemenuhan air bersih melalui jaringan perpipaan guna mengurangi ketergantungan air tanah.
“Dengan terwujudnya akses air bersih secara baik bagi seluruh masyarakat Jakarta, maka kedaulatan air terjaga dari waktu ke waktu,” kata Heru, dilansir dari KoranJakarta































