BTPN Syariah Fokus Berdayakan Masyarakat Inklusi di Kota Malang

InfoEkonomi.ID – PT Bank BTPN Syariah Tbk dikenal sebagai perusahaan yang memiliki model bisnis yang cukup unik untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan mayoritas nasabah adalah perempuan, BTPN Syariah fokus memberdayakan masyarakat inklusi, khususnya ibu-ibu kelompok prasejahtera atau disebut unbankable (belum tersentuh produk perbankan).

- Advertisement -

Corporate and Marketing Communication Head BTPN Syariah Ainul Yaqin mengatakan, perempuan tidak lagi sebagai pelengkap dalam keluarga.

Lebih dari itu, perempuan punya peran dan kontribusi penting dalam penguatan ekonomi.

- Advertisement -

”Penguatan ekonomi start-nya dari perempuan di keluarga. Kalau perempuan berdaya pasti keluarga ikut berdaya,” tutur Ainul.

Pemberdayaan dan pendampingan dilakukan langsung oleh petugas lapangan atau Community Officer (CO) BTPN Syariah melalui Pertemuan Rutin Sentra (PRS).

PRS diadakan setiap dua minggu sekali.

Berbagai aktivitas perbankan dilakukan mulai mencairkan pembiayaan, membayar angsuran, sampai menabung.

- Advertisement -

Tak heran, berkumpul menjadi wadah BTPN Syariah dalam memberdayakan ibu-ibu di berbagai pelosok.

Mereka tak hanya mendapatkan akses keuangan dan pelatihan, tapi juga timbul solidaritas antaranggota.

Kehadiran mereka di PRS jadi jaminan BTPN Syariah dalam memberikan pembiayaan yang didapatkan tanpa agunan.

Setiap sentra, terdapat satu ketua yang dipilih sendiri oleh para anggota.

”Di Malang Raya sudah ada lebih dari 3 ribu sentra yang tersebar di 30 kecamatan,” ucap Ainul.

Hingga semester satu tahun ini sebanyak lebih dari 37 ribu nasabah telah mendapat bantuan pembiayaan dengan nilai Rp140 miliar.

Salah satunya seperti Sentra Tanjung 14, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Sebanyak 23 nasabah memiliki usaha yang mampu memberikan penghasilan tambahan.

Ketua Sentra Tanjung 14 Wijayanti Hariyanto membuka usaha laundry sejak 2019.

Dia melakukan pinjaman usaha di BTPN Syariah dan sekarang usaha semakin berkembang.

”Awalnya saya pinjam Rp 2 juta. Kemudian ada kenaikan plafon, naik terus sampai sekarang di Rp 10 juta,” jelas dia.

Wijayanti merasa terbantu karena proses pencairan pembiayaan sangat mudah dan tidak memerlukan jaminan.

Terlebih, seluruh aktivitas perbankan bisa dari rumah, bukan di kantor bank.

Hal itu sangat membantu nasabah karena tak perlu repot-repot ke kantor bank untuk melakukan transaksi.

”Kami terbantu sekali karena sekarang tanpa jaminan bisa kembangkan usaha. Lalu mbak-mbak CO langsung melayani ke sentra kami,” jelas Wijayanti.

Kepala Seksi Pemberdayaan Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Endah Catur Pujiwahyuni berpesan agar ibu-ibu nasabah bisa menyebarluaskan ilmu-ilmu yang diberikan oleh CO dalam kumpulan.

”Saya berpesan kepada pelaku UMKM di sini biar lebih semangat, ilmu yang di sini nanti akan bisa ditularkan,” tutup Endah, dilansir dari jawapos

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img