InfoEkonomi.ID – PT Asuransi BRI Life kembali mencatatkan adanya peningkatan hasil investasi yang diperoleh perusahaan pada periode Juli 2023. Peningkatan investasi ini ditopang oleh beragam instrumen investasi yang ditempatkan oleh perseroan, di mana yang terbesar terletak pada Surat Utang Negara.
Direktur Utama BRI Life, Iwan Pasila menyebutkan bahwa total hasil investasi BRI Life sebesar Rp 831 miliar per Juli 2023, tumbuh 87% year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Iwan merinci, portofolio investasi non unitlink BRI Life terbesar pada Surat Utang Negara (SUN) 68%, obligasi korporasi 13%, reksadana pasar uang 10%, deposito 7%, dan sisanya di instrumen saham.
“Di kami saham porsinya kecil, karena tidak sesuai dengan karakteristik dan durasi kewajiban kami yang umumnya jangka menengah dan panjang,” kata dia kepada Kontan.co.id, Senin (11/9).
Sayangnya, Iwan tak menyebutkan berapa besar target hasil investasi BRI Life di tahun ini. Meski demikian pihaknya telah memiliki strategi dalam menempatkan investasi.
“Strategi kami adalah menempatkan investasi sesuai kebijakan investasi yang telah disusun dengan mempertimbangkan karakteristik dan durasi kewajiban, kualitas aset, dan aspek likuditas untuk memastikan kami dapat membayar setiap kewajiban yang jatuh tempo. Jadi tidak hanya sekedar ikut tren pasar,” pungkasnya.
Asal tahu saja, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hasil investasi asuransi jiwa meningkat 138,64% secara tahunan menjadi Rp 21,81 triliun pada Juli 2023, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 9,13 triliun.
Penopang terbesar meningkatnya hasil investasi itu berasal dari instrumen saham yang tumbuh sebesar 3,88% menjadi Rp 150,93 triliun di Juli 2023, dibandingkan Juli 2022 sebesar Rp 145,29 triliun.
Selain itu, pada instrumen SBN meningkat sebesar 23,94% menjadi Rp 153,48 triliun per Juli 2023, dibandingkan periode sebelumnya senilai Rp 123,83 triliun.
































