InfoEkonomi.ID – PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) menargetkan akan menambah 100 outlet baru di 2023. Hal tersebut merupakan upaya perusahaan untuk terus memperluas jaringan apotek. Adapun, pendanaan pembukaan outlet baru tersebut bersumber dari belanja modal dan capital expenditure (capex) perseroan.
Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) David Utama mengungkapkan soal biaya yang akan digelontorkan perseroan untuk melakukan penambahan jumlah apotek baru yang nilainya tembus sekitar Rp100-Rp500 miliar.
“Kalau apotek kami mau tambah 100 lagi hingga akhir tahun. Satu apotek itu biayanya rata-rata Rp1 miliar sampai Rp5 miliar, kalau dilihat total capex dengan laboratorium dan lain-lain sekitar Rp100 miliar sampai Rp500 miliar,” ujar David dalam kunjungannya ke Wisma Bisnis Indonesia, Selasa (8/8/2023).
Sebelumnya, Kimia Farma baru saja membuka 23 outlet baru di seluruh Indonesia yang secara serentak diluncurkan pada 7 Juli 2023. Sebagai informasi, sejauh ini Kimia Farma telah memiliki sebanyak 1.244 farmasi, 10 pabrik obat yang tersebar di Jawa Bali, 48 titik distribusi, dan lebih dari 400 klinik.
Tak hanya itu, David membeberkan strategi perseroan untuk mencapai target pendapatan dan laba bersih tahun 2023. Kimia Farma menargetkan pendapatan sekitar Rp11 triliun dan laba Rp130 miliar hingga akhir tahun.
“Kalau dari pendapatan menurut saya kami akan mencapai target. Tapi untuk laba, kami akan melakukan efisiensi-efisiensi yang kami harus terus jaga, tapi mudah-mudahan kami juga bisa capai target,” jelasnya.
Adapun, emiten BUMN farmasi ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp19,47 miliar pada semester I/2023, berbalik positif dari rugi bersih semester I/2022 sebesar Rp206,30 miliar.
Track all markets on TradingView KAEF juga mencatat kenaikan pada pendapatan sepanjang semester I/2023.
Mengutip laporan keuangan yang dirilis Senin (31/7/2023), pendapat perusahaan naik 11,78 persen secara yoy menjadi Rp4,95 triliun, dibandingkan semester I/2022 yang sebesar Rp4,43 triliun.
Kontribusi pendapatan Kimia Farma ditopang oleh peningkatan jasa layanan laboratorium medis dan klinik, serta peningkatan penjualan berbagai produk yang ditawarkan Kimia Farma.
“Strateginya di setiap lini, kami secara komersil harus terpetakan dengan baik, untuk cost kami harus kelola dari segi efisiensi harus kami jalankan, jadi strategi pencapaian finansial kuncinya di eksekusi dan efisiensi,” pungkasnya, dilansir dari Bisnis.com




























