InfoEkonomi.ID – Perum Bulog mendapat penugasan khusus untuk bisa menjaga pasokan beras agar harga beli masyarakat agar tetap stabil dan terjaga. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo dalam acara BUMN Report CNBC Indonesia, Rabu (30/08/2023).
“Pangan ini juga lagi banyak didiskusikan karena Indonesia dengan pertumbuhan populasi yang tinggi pertumbuhan produksi pangan kita harus catch up kan supaya kita bisa jaga suplai dalam negeri,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Tiko ini mengungkapkan, dalam penugasan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga beras, Bulog dan ID Food bekerjasama dengan Bapanas. Dalam hal ini ada strategi untik menjaga stabilitas harga.
Tiko menjelaskan, saat panen dan terjadi suplai berlebih, Bulog membeli untuk memenuhi pasokan beras saat harganya cenderung murah. Sehingga, pada saat permintaan tinggi Bulog tetap menjual beras dengan harga yang stabil.
“Jangan sampai nanti demand mereka suplainya kurang,” ucapnya.
Tiko melanjutkan lebih jauh, inflasi di Indonesia sangat menarik. Dengan inflasi di angka 3-3,5% dinilai sangat bagus karena volatilitas pangan yang mempengaruhi inflasi di masa lalu dapat terjaga saat ini.
“Kita selalu banyak mengendalikan harga pangan yang naik turun dengan peran Bulog, RNI dan Bapanas. Ini kita mulai bisa kendalikan volatile food. Ini harganya mulai stabil makanya inflasi kita terus menurun karena volatile foodnya bisa kita kendalikan dengan stabilitas harga ini,” jelasnya.
Tiko menyebut, Bulog juga memang ditugaskan untuk memberikan subsidi bahan pokok kepada masyarakat yang kurang mampu.
“Kita menggunakan jasa Bulog ini untuk intervensi memberikan beras murah kepada masyarakat tidak mampu,” imbuhnya, dilansir dari CNBC
































