InfoEkonomi.ID – Dalam upaya mengantisipasi dampak El Nino, Perum Badan Urusan Logistik (BULOG) memastikan pasokan beras yang tersebar di seluruh gudang penyimpanan di Indonesia berada pada jumlah yang aman dan terkendali. BULOG juga menjamin, penyediaan stok pangan dengan melakukan penyerapan beras secara masif terus dilakukan.
Direktur Bisnis Perum BULOG, Febby Novita menegaskan bahwa Perum BULOG telah melakukan upaya mitigasi dengan menyerap sebanyak-banyaknya beras guna memastikan pasokan beras nasional dalam jumlah aman.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, stok beras yang dikuasai BULOG saat ini ada sebanyak 750 ribu ton, di samping itu hingga hari ini BULOG sudah menyerap lebih dari 700 ribu ton beras petani dalam negeri dan akan terus menyerap selama produksi masih ada dan sesuai ketentuan,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (19/7/2023).
“BULOG juga terus menjamin kebutuhan pangan khususnya beras akan terus tersedia, terutama dalam kondisi rawan seperti saat ini,” imbuh Febby.
Selain itu, Febby mengatakan bahwa BULOG terus memaksimalkan seluruh instrumen yang ada sebagai langkah antisipasi bersama menghadapi El Nino serta untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan dengan melibatkan kelompok tani, penggilingan tradisional, serta para stakeholder lainnya.
“BULOG juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah guna menjaga pemerataan ketersediaan stok,” katanya.
“Tidak hanya memastikan seluruh gudang BULOG dipenuhi oleh stok, namun BULOG juga menyediakan kebutuhan beras di tingkat lokal baik secara offline maupun online dan melalui outlet-outlet binaan Perum BULOG seperti RPK (Rumah Pangan Kita) yang tersebar di seluruh Indonesia, serta jaringan retail modern yang ada,” jelas Febby.
Febby menyebut, berbagai upaya yang dilakukan BULOG saat ini, di samping untuk memupuk stok cadangan beras pemerintah, juga sebagai penggerak roda perekonomian, terutama dalam menjaga stabilisasi dan inflasi beras yang mungkin terjadi.
“Selain itu, BULOG juga ditugaskan menambah pasokan dari importasi. Hingga kini, BULOG sudah merealisasikan penugasan impor untuk tahun 2023 sebanyak 500 ribu ton di tahap pertama dan tahap kedua sebesar 300 ribu ton,” ujarnya, dilansir dari Liputan6.com

































