InfoEkonomi.ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)berhasil mencatatkan raihan laba bersih mencapai angka Rp801 miliar. Adapun, total aset Bank BTN hingga akhir Maret 2023 mengalami kenaikan 9,25 persen (yoy) menjadi Rp 401,50 triliun.
Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu, menyebutkan penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit perseroan hingga akhir Maret 2023 mencapai Rp 264,57 triliun.
Dari jumlah tersebut, KPR Subsidi pada kuartal I 2023 masih mendominasi dengan nilai sebesar Rp 148,65 triliun atau tumbuh 10,90 persen (yoy). Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 5,37 persen (yoy) menjadi Rp 88,81 triliun.
“Kami optimistis hingga akhir tahun 2023, perseroan mampu meningkatkan kinerja sesuai target yang telah ditetapkan,” ujar Nixon dalam keterangannya, Rabu (26/4).
Nixon melanjutkan, perolehan dana pihak ketiga (DPK) Bank BTN pada kuartal I 2023 mencapai Rp 319,60 triliun atau naik 10,01 persen (yoy). Dari jumlah tersebut, perolehan dana murah atau CASA mencapai Rp 166,80 triliun naik sebesar 30,05 persen (yoy).
“Kami memacu kredit dengan sangat memperhatikan prinsip kehati-hatian. Maka itu, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) kami terus membaik. NPL Gross di level 3,54 persen, lebih rendah dari sebelumnya di level 3,6 persen,” kata dia.
Kinerja BTN Syariah
Sementara itu, laba bersih Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN (BTN Syariah) juga tumbuh positif pada kuartal I 2023. Laba bersih BTN Syariah tercatat melonjak 40 persen (yoy) menjadi Rp105,15 miliar.
Hal tersebut didukung pertumbuhan bisnis yang stabil, di mana pembiayaan syariah tumbuh 15,52 persen (yoy) menjadi Rp 32,63 triliun, total DPK yang berhasil dihimpun BTN Syariah mencapai Rp 35,63 triliun atau tumbuh 27,29 persen (yoy), sehingga aset BTN Syariah berhasil tumbuh 24,53 persen menjadi Rp 46,52 triliun.
Nixon menegaskan, kinerja positif yang diraih Bank BTN menandakan keberhasilan transformasi seperti sentralisasi proses kredit dan digitalisasi yang memberikan dampak akuisisi nasabah baru, perluasan akses pasar, dan produktivitas karyawan.
Dia pun optimistis dengan transformasi tersebut, perusahaan mampu aktif mendukung program Pembangunan Satu Juta Rumah serta memenuhi tugas utama menyediakan hunian terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan milenial
Lebih lanjut Nixon mengungkapkan, untuk menghadapi tantangan dinamika makro dan adaptasi terhadap digitalisasi bisnis, Bank BTN telah menyusun empat fokus area strategi yang dijalankan pada tahun 2023.
Fokus pertama yakni rencana bisnis kredit yang akan mengoptimalkan porsi pada program perumahan nasional dengan target penyaluran KPR Subsidi sebesar 171.200 unit, mengembangkan produk dan skema KPR yang menyasar milenial.
Kemudian menargetkan penyaluran KPR Non Subsidi sebanyak 54.500 unit serta mengembangkan bisnis UMKM dengan mengoptimalkan porsi Bank BTN pada penyaluran KUR.
Fokus kedua, rencana bisnis pendanaan dengan menargetkan akuisisi payroll nasabah lembaga untuk meningkatkan DPK ritel, mengembangkan bisnis wholesale banking sebagai sumber pertumbuhan CASA dan fee based income, dan melakukan rekomposisi wholesale funding untuk menurunkan blended cost of fund.
Fokus ketiga, pengembangan digital banking dengan mengembangkan ekosistem perumahan berbasis digital seperti aplikasi BTN Properti, BTN Properti for Developer, Smart Residence, dan eMitra serta meningkatkan transaksi digital melalui launching BTN Mobile.
Dan fokus keempat adalah Menjadi Enabler dengan melakukan sentralisasi proses back-end untuk meningkatkan efisiensi operasional (cash center, accounting and procurement) dan melanjutkan perbaikan proses perkreditan, terutama di segmen komersial dan UMKM, dilansir dari Kumparan.

































