InfoEkonomi.ID – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melalui Direktur Manajemen Risiko BNI, David Pirzada menjelaskan BNI terus berkomitmen untuk meningkatkan Sustainable Portfolio dengan memberikan pembiayaan pada sektor usaha yang masuk dalam Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB).
Hal tersebut merupakan upaya BNI untuk mewujudkan komitmen perusahaan terkait menginternalisasi prinsip keuangan berkelanjutan pada nilai-nilai, budaya kerja, strategi perusahaan, kebijakan operasional, serta sistem dan operasional perseroan.
“Pada kuartal I 2023, Perseroan telah memberikan pembiayaan sebesar Rp179,4 triliun atau 28,5% dari total portofolio kredit BNI,” ujar David di Jakarta, baru-baru ini.
Selain itu, perseroan juga berkomitmen untuk mengembangkan praktik usaha berkelanjutan yang sejalan dengan agenda global. Salah satu inisiatif Perseroan adalah memperkenalkan Sustainability Linked Loan (SLL), di mana BNI memberikan insentif bagi nasabah untuk memperbaiki aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam bisnis mereka.
Selain berkomitmen untuk mengembangkan praktik usaha berkelanjutan, David membeberkan, perseroan juga berhasil meningkatkan kualitas kredit secara persisten.
Hal ini terbukti dengan membaiknya rasio Loan at Risk (LAR) dari 22,1% pada kuartal I 2022 menjadi 16,3% pada kuartal I 2023, serta rasio Non-Performing Loan (NPL) yang membaik dari 3,5% menjadi 2,8%. Baca Juga: BNI Salurkan KUR Rp50,1 Triliun, Tumbuh 7,8%
“Kualitas aset yang terus membaik juga mempengaruhi penurunan tajam pada credit cost atau rasio pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) terhadap kredit, dari 2,5% pada kuartal I 2022 menjadi hanya 1,4% pada kuartal I 2023,” tambahnya, dilansir dari WartaEkonomi.

































