InfoEkonomi.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Telkom Data Ekosistem dengan brand NeutraDC, akan fokus mengembangkan bisnis data center yang telah ada (existing), yaitu Hyperscale Data Center (HDC) Cikarang dan Sentul di Jawa Barat, Enterprise DC di Serpong (Banten), Surabaya (Jawa Timur), serta Greenfield HDC Batam di Kepulauan Riau pada 2023. Total alokasi dana investasinya diperkirakan mencapai Rp 6 triliun.
Dalam jangka menengah-panjang, perseroan menargetkan pengoperasian data center dengan total kapasitas 400 megawatt (MW) pada 2030, naik sembilan kali lipat dari saat ini 44 MW. Perseroan berharap bisa menjadi pemimpin pasar (market leader) bisnis data center, baik di pasar domestik dan akan terus penetrasi ke pasar regional.
“Pada 2023, NeutraDC fokus melakukan pengembangan data center existing, yaitu HDC Cikarang, Enterprise DC di Serpong, Sentul, Surabaya serta Greenfield HDC Batam dengan total investasi diperkirakan mencapai Rp 6 triliun,” papar Vice President Corcomm Telkom Andri H Sasoko dikutip dari laman Investordaily, Senin (27/2/23).
Dia menjelaskan, pada akhir 2022, total kapasitas IT Load Data Center Telkom Group bertambah mencapai 44 MW. Jumlah tersebut ditambah dengan mulai beroperasinya HDC Cikarang sebesar 3,5 MW dari total ultimate 51 MW.
Sementara itu, kapasitas total IT Load Data Center Telkom Group per lokasi, yakni Global DC (Singapura, Hong Kong, Timor Leste) 18 MW, HDC Cikarang (Phase-1) 3,5 MW, Enterprise DC (Serpong, Sentul, Surabaya) 15,9 MW, serta Edge DC – neuCentrIX (19 lokasi di seluruh Indonesia) 6 MW.
Data center Telkom Group juga telah memperoleh sertifikasi berstandar global. Beberapa di antaranya sertifikasi Tier III & Tier IV dari Uptime Institute, ISO/IEC 27001 Information Security Management System, ISO/IEC 45001 Occupational Health & Safety Management System, dan ISO/IEC 90001 Quality Management System.
Selanjutnya, sertifikasi berstandar tingkat global ISO 14001 Environmental Management System, ISO 50001 Energy Management System, PCI-DSS, SOC 2- Type II, BCA Green Mark Platinum, serta TVRA (Threat, Vulnerability and Risk Assessment).
5 Bold Moves
Sementara itu, melalui inisiatif strategi Telkom 5 Bold Moves, langkah Telkom salah satunya dengan membentuk regional data center company. Saat ini, perseroan pun sedang melakukan proses konsolidasi bisnis data center domestik dan global ke entitas anak usaha, yaitu PT Telkom Data Ekosistem dengan brand NeutraDC.
Sementara itu, data center yang telah dikelola langsung oleh NeutraDC sekarang di antaranya HDC Cikarang, Enterprise DC (Serpong, Sentul, Surabaya), dan neuCentrIX. NeutraDC juga akan mengonsolidasikan pengelolaan data center yang dimiliki oleh Telkom Group di kawasan regional, yakni Singapura, Hong Kong, dan Timor Leste.
Saat ini, Telkom Group memiliki line up data center terlengkap dari level hyperscale, enterprise, hingga edge data center dengan dukungan ekosistem infrastruktur digital dan connectivity terbesar di Indonesia. Data center perseroan pun telah mampu memberikan layanan one stop digital ecosystem solution kepada para pelanggan.
Selain melanjutkan ekspansi pembangunan Hyperscale Data Center (HDC), lanjut Andri melalui NeutraDC, Telkom juga telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan HDC Batam pada 21 Desember 2022. Pembangunan ini akan melibatkan strategic partner, yaitu Singtel sebagai regional partner, dan Medco, selaku renewable energy provider.
Proyek pembangunan tahap pertama HDC Batam direncanakan selesai tahun 2024.
“HDC Batam dibangun untuk menangkap besarnya peluang potensi spillover demand dari pasar Singapura dan juga sebagian pasar dalam negeri,” ujar Andri.

































