PTPP Tuntaskan Pembangunan Pabrik Pupuk NPK PIM

InfoEkonomi.ID – PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia, berhasil menuntaskan pembangunan konstruksi pabrik pupuk Nitrogen, Phosphate, dan Kalium (NPK) Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Kawasan KEK Arun Lhokseumawe, Aceh.

Penuntasan proyek tersebut ditandai dengan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Jumat (10/2/23). Turut hadir Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Wakil Menteri BUMN 1 Pahala Nugraha Mansury, Pj. Gubernur Aceh Achmad Marzuki, Pj. Walikota Lhokseumawe Imran, Pj. Bupati Aceh Utara Azwardi, Direktur Utama PTPP Novel Arsyad, Direktur Operasi Bidang EPC Eddy Herman Harun, dan jajaran pejabat pemerintahan dan pejabat lainnya.

- Advertisement -

Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi berpesan, “krisis pangan mengancam dunia akibat rantai pasok pupuk terganggu karena perang di Ukraina serta perubahan iklim. Tak terkecuali Indonesia yang juga mengalami gangguan pemenuhan pupuk. Karena itulah, pengoperasian pabrik pupuk NPK milik PT Pupuk Iskandar Muda di Kawasan Ekonomi Khusus Arun di Aceh, menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pupuk nasional.”

“Saya mendorong agar kapasitas produksi pabrik pupuk ini bisa dimaksimalkan,” kata Presiden Jokowi.

- Advertisement -

Pabrik pupuk NPK ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan pemerintah. Pabrik dengan menggunakan metode chemical reaction ini memiliki kapasitas 500.000 ton per tahun. Sedangkan pembangunan pabrik NPK ini dikerjakan sejak Maret 2019 dan mulai beroperasi pada bulan Januari 2023 lalu.

PTPP selaku kontraktor utama mengerjakan Engineering Procurement Construction Commissioning ( EPCC ), seperti pekerjaan sipil, pekerjaan mekanikal, pekerjaan perpipaan, pekerjaan elektrikal, dan instrumen.Pabrik ini juga dibangun dengan mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri dengan TKDN sebesar 85,30%.

Selain itu, pabrik pupuk NPK Ini telah menggunakan teknologi terbaru dalam proses pengantongan atau pengepakan dengan menggunakan automatic bagging dan palletizing . Melalui teknologi terbaru yang terdiri dari dua automatic bagging dan dua unit semi auto bagging dapat menghasilkan kapasitas produksi pengepakan pupuk sebanyak 1.200 kantong per hari.

Kehadiran pabrik NPK PIM ini memiliki multiplier effect yang luas, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun aktivitas perekonomian lainnya dimana pabrik ini dapat menyerap tenaga kerja proyek sebanyak 1.189 orang dan 240 orang tenaga kerja pasca proyek atau pada saat beroperasional yang berasal dari lingkungan sekitar. Selama masa pembangunannya terdapat 35 perusahaan lokal yang telah bersinergi dalam proyek tersebut.

- Advertisement -

Pabrik pupuk ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pupuk NPK di wilayah Sumatera dan Indonesia bagian Barat. Selain itu, keberadaan pabrik pupuk ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, namun memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di Provinsi Aceh.

“PTPP bangga berhasil menyelesaikan pembangunan proyek pabrik pupuk NPK PIM di tengah hantaman wabah pandemic Covid-19 yang melanda Indonesia dan seluruh dunia sehingga mengakibatkan lumpuh dan melemahnya kondisi perekonomian secara global,” ungkap Novel Arysad, Jumat (10/2/23).

Tidak berhenti disitu saja, dia mengatakan, tantangan lain dalam mengerjakan proyek tersebut adalah inflasi global yang memicu terhadap kenaikan barang-barang produksi, baik dari dalam maupun luar negeri. Meski demikian, PTPP tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan pabrik pupuk NPK PIM.

PTPP juga tetap menghadirkan kualitas terbaik dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Kehadiran pabrik NPK PIM di Aceh ini khususnya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar Lhokseumawe.

“Ke depan, PTPP akan terus bersinergi dengan Pemerintah dan perusahaan BUMN untuk bersama-sama membangun infrastruktur yang ada di Indonesia termasuk proyek-proyek EPC. PTPP juga akan selalu mengedepankan dan meningkatkan kualitas hasil pekerjaan dan tepat waktu dalam penyelesaian,” sambung Novel Arysad dikutip dari laman Emitennews.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img