Masa Resesi, Cara Mengoptimalkan Reksadana bagi Investor

InfoEkonomi.ID – Beberapa hari ini kata resesi tidak asing lagi kita dengarkan. Berita tentang resesi sudah tersebar di berbagai berita dengan seiring kondisi pereomian yang sudah terjadi saat ini. Resesi merupakan kondisi perekomian pada negara yang mengalami keburukan dari sisi negative Produk Domestik Bruto (PDB) yang membuat adanya peningkatan pengangguran dan adanya nilai negative saat pertumbuhan ekonomi pada dua kuartal berturut.

Indonesia bisa juga teracam resesi namun menurut survei Bloomberg, Indonesia hanya mempunyai peluang 3% dari terancamnya resesi, ini menandakan Indonesia mengalami kemungkinan kecil dalam terjadinya resesi. Namun, kita harus paham dampak jika negara mengalami resesi. Dengan adanya resesi membuat kinerja investasi menjadi menurun dan investor harus menepatkan dana dalam bentuk investasi yang aman. Berikut cara mengoptimalkan reksa dana saat terjadi resesi:

1. Fokus pada tujuan

Sebelum kita memulai investasi, kita harus mempunyai tujuan apa yang ingin dicapai saat melakukan investasi. Saat investasi di reksa dana cenderung digunakan untuk dana darurat atau dana cadangan. Dengan adanya dana ini, kita bisa pergunakan dalam keadaan yang penting.

2. Mengetahui Profil Resiko

Jika kita sudah mengetahu fokus kita pada investasi, kita harus mengetahui profil resiko dari investasi reksadana kita. Profill resiko ini dapat mempunyai gambaran cara kita berinvestasi dalam tiga tipe yaitu konaservatif, moderat dan agresif.

3. Displin

Setelah kita memahami tujuan dan profil resiko, maka kita harus displin dalam melakukan investasi. Dalam disiplin melakukan investasi, kita dapat capaian target yang sesuai dengan waktu kita.

4. Jangka waktu investasi

Dalam melakukan investasi sebisa mungkin kita harus memperkirakan jangka waktu dalam melakukan investasi. Dalam investasi terbagi tiga jenis jangka waktu yaitu, jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Dalam memperkirakan jangka waktu investasi, kita juga bisa membuat pilihan dalam memilih reksadana yang dengan dana kita miliki. Ada tiga jenis reksadana yaitu: reksadana pasar uang untuk jangka pendek, reksadana pendapatan tetap untuk jangka menengah dan reksadana saham untuk jangka panjang.

5. Memilih produk reksadana yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan

Dalam melakukan investasi, kita tidak selalu mendapatkan return tahunan yang tinggi. Kita tidak bisa mempunyai patokan dalam return ketika investasi di reksadana, maka agar kita dapat menikmati hasil investasi, kita harus mempunyai rencana pada pilihan produk reksadana yang sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Sumber: BNI Life

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img