Ubah Limbah Mangga Jadi Cuan, Program SAGARI Pertamina Sabet Penghargaan Keberlanjutan

PT Pertamina Patra Niaga berhasil meraih penghargaan kategori Social Innovation & Circular Economy Impact dalam ajang ESG NOW Awards 2026 yang diselenggarakan Republika di Jakarta, Senin (19/10). Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan program SAGARI (Sadar Lingkungan, Gerakan Aksi Reduce dan Inovasi) yang mendukung praktik keberlanjutan, inovasi sosial, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Indonesia.

SAGARI merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Energi Berdikari Pertamina Patra Niaga unit kerja Integrated Terminal Balongan, Regional Jawa Bagian Barat. Program ini dibuat setelah melihat potensi dan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional, khususnya Desa Sliyeg Lor, Indramayu. Tujuannya untuk menjawab tantangan pertanian konvensional, penurunan produktivitas mangga, fluktuasi harga saat panen raya, serta limbah sisa panen yang belum dikelola dengan baik. Peta program menunjukkan limbah sisa panen pertanian lebih dari 100 ton per tahun. Harga mangga saat panen raya pun bisa turun hingga 90%, dari Rp25.000 menjadi Rp2.500.

Untuk mengatasi tantangan itu, Pertamina Patra Niaga mengembangkan pemberdayaan masyarakat melalui tiga subprogram, yaitu Griya Mangga untuk penguatan budidaya ramah lingkungan, Griya Kreasi untuk pengembangan inovasi dan sarana budidaya, serta Griya Rasa untuk meningkatkan nilai tambah mangga lewat produk olahan. Program ini juga melibatkan kelompok perempuan purna pekerja migran dan masyarakat rentan melalui pelatihan, pendampingan, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Limbah sisa panen mangga diolah menjadi pupuk organik berbasis bioaktivator, sementara sebagian komoditas mangga diolah menjadi produk turunan bernilai tambah. Pemanfaatan bioaktivator kulit mangga berhasil mengurangi emisi hingga 0,168 ton CO2eq, serta mampu menciptakan kemandirian ekonomi dengan rata-rata pendapatan kelompok binaan mencapai Rp234 juta per tahun.

Turut hadir menerima penghargaan, VP Community Involvement & Development Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, menyampaikan apresiasi kepada Republika atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menjalankan program TJSL yang berkelanjutan dan memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi dan penyemangat bagi kami untuk terus berkomitmen melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Dalam pelaksanaannya, kami juga mengedepankan prinsip-prinsip ESG, inovasi sosial, serta dampak ekonomi sirkular. Kami berharap upaya ini dapat turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian Indonesia Emas,” ucap Dian.

Di kesempatan yang sama, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat, Reno Fri Daryanto, menjelaskan bahwa SAGARI dikembangkan berdasarkan kondisi yang ditemui di sekitar wilayah operasi Integrated Terminal Balongan. Menurutnya, mengubah limbah mangga menjadi pupuk memanfaatkan potensi lokal dan memberi manfaat sosial serta ekonomi bagi masyarakat. Reno juga menambahkan bahwa Pertamina Patra Niaga akan terus mendukung program TJSL di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Program ini berangkat dari dua potensi isu di sekitar Integrated Terminal Balongan, yaitu kebutuhan lapangan pekerjaan bagi masyarakat purna pekerja migran serta melimpahnya limbah hasil panen mangga. Setelah program ini berjalan, limbah tersebut terbukti dapat diolah menjadi produk.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img