Menunaikan ibadah haji merupakan impian banyak umat Islam. Namun, untuk mewujudkannya, diperlukan persiapan yang matang, terutama dari sisi keuangan. Mengingat biaya haji mencapai puluhan juta rupiah, menabung secara rutin menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan sejak dini.
Kabar baiknya, persiapan biaya haji tidak harus dimulai dengan nominal yang besar. Dengan menentukan target dan menyisihkan penghasilan secara konsisten, dana haji dapat dikumpulkan secara bertahap sesuai kemampuan finansial.
Lantas, bagaimana cara menabung untuk biaya haji? Berapa uang yang perlu disisihkan setiap bulan agar target tersebut dapat tercapai? Simak penjelasan dan simulasinya berikut ini.
Berapa Biaya Haji yang Perlu Dipersiapkan?Sebelum mulai menabung, penting untuk mengetahui perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk menunaikan ibadah haji.
Biaya haji reguler di Indonesia terdiri dari dua komponen utama, yaitu Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
BPIH merupakan keseluruhan biaya penyelenggaraan ibadah haji, sedangkan Bipih adalah bagian biaya yang dibayarkan langsung oleh jemaah.
Sebagai gambaran, berdasarkan informasi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), rata-rata Bipih tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp54.193.806 per jemaah.
Sementara itu, untuk memperoleh nomor porsi haji reguler, calon jemaah perlu mempersiapkan setoran awal sebesar Rp25 juta.
Artinya, terdapat dua target keuangan yang perlu diperhatikan:
- Dana setoran awal haji sebesar Rp25 juta untuk proses pendaftaran dan memperoleh nomor porsi.
- Dana pelunasan biaya haji yang perlu dipersiapkan menjelang keberangkatan, sesuai besaran Bipih dan ketentuan yang berlaku pada tahun keberangkatan.
Perlu diingat bahwa biaya haji dapat berubah setiap tahun. Oleh karena itu, calon jemaah sebaiknya menyiapkan dana tambahan untuk mengantisipasi perubahan biaya maupun kebutuhan pribadi selama perjalanan.
Berapa Tabungan Haji yang Harus Disisihkan Setiap Bulan?Besarnya tabungan haji bulanan bergantung pada target dana dan jangka waktu yang ditentukan. Makin panjang waktu persiapan, makin kecil nominal yang perlu disisihkan setiap bulan.
Sebagai contoh, apabila target awalnya adalah mengumpulkan Rp25 juta untuk mendapatkan nomor porsi haji, berikut simulasi tabungan yang dapat dijadikan acuan.
| Jangka Waktu Menabung | Tabungan per Bulan |
| 1 tahun | Rp2.084.000 |
| 2 tahun | Rp1.042.000 |
| 3 tahun | Rp695.000 |
| 4 tahun | Rp521.000 |
| 5 tahun | Rp417.000 |
| 10 tahun | Rp209.000 |
Catatan: Simulasi merupakan pembulatan ke atas dari target Rp25 juta, tanpa memperhitungkan imbal hasil, biaya administrasi, atau perubahan ketentuan.
Dari simulasi tersebut, seseorang yang menargetkan dana setoran awal haji dalam lima tahun dapat menyisihkan sekitar Rp417.000 setiap bulan.
Namun, apabila memiliki kemampuan finansial lebih besar, mempercepat pengumpulan dana setoran awal dapat menjadi pertimbangan agar proses pendaftaran haji bisa dilakukan lebih awal.
Misalnya, dengan menggunakan asumsi total Bipih Rp55 juta dan setoran awal Rp25 juta, dana tambahan yang perlu dipersiapkan adalah Rp30 juta.
Berikut simulasinya:
| Jangka Waktu | Tabungan per Bulan |
| 3 tahun | Rp834.000 |
| 5 tahun | Rp500.000 |
| 10 tahun | Rp250.000 |
| 15 tahun | Rp167.000 |
Catatan: Angka Rp55 juta merupakan asumsi untuk simulasi, bukan penetapan biaya haji pada tahun keberangkatan. Nominal belum memperhitungkan perubahan biaya haji, nilai manfaat, dan kebutuhan tambahan lainnya.
Simulasi ini menunjukkan bahwa persiapan dana pelunasan dapat dilakukan secara bertahap selama masa tunggu. Meski demikian, target tabungan perlu dievaluasi secara berkala agar tetap sesuai dengan kebutuhan biaya haji terbaru.
Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan.
Langkah pertama adalah menentukan tujuan menabung, apakah untuk mengumpulkan setoran awal pendaftaran atau mempersiapkan pelunasan biaya haji.
Kedua tujuan tersebut memiliki kebutuhan dana dan jangka waktu yang berbeda.
Dengan target yang jelas, Anda dapat menghitung nominal tabungan bulanan secara lebih terukur dan memantau perkembangan dana yang telah terkumpul.
Menabung untuk haji akan lebih mudah dilakukan apabila sudah menjadi bagian dari perencanaan keuangan bulanan.
Anda dapat menentukan nominal tetap yang disisihkan setiap kali menerima penghasilan, misalnya Rp300.000, Rp500.000, atau Rp1 juta sesuai kemampuan.
Sebaiknya, alokasikan dana tabungan sejak awal menerima penghasilan, bukan hanya mengandalkan sisa uang di akhir bulan.
Cara ini dapat membantu menjaga konsistensi menabung sekaligus mengurangi risiko dana digunakan untuk kebutuhan konsumtif.
Memisahkan dana haji dari rekening transaksi sehari-hari dapat membantu menjaga fokus terhadap tujuan keuangan jangka panjang.
Dengan rekening khusus, Anda bisa lebih mudah memantau perkembangan tabungan dan menghindari penggunaan dana untuk kebutuhan lain.
Pilih produk tabungan haji yang sesuai dengan kebutuhan, termasuk mempertimbangkan prinsip pengelolaan dana, kemudahan setoran, dan fasilitas layanan yang tersedia.
Salah satu tantangan menabung adalah menjaga kedisiplinan setiap bulan.
Untuk mengatasinya, Anda dapat memanfaatkan fasilitas setoran rutin otomatis atau standing instruction yang tersedia pada produk tabungan tertentu.
Melalui fasilitas ini, dana dapat dialokasikan secara berkala sesuai nominal dan jadwal yang ditentukan, sehingga Anda tidak perlu melakukan pemindahan dana secara manual setiap bulan.
Selain penghasilan bulanan, dana haji juga dapat dikumpulkan dari sumber pemasukan lain, seperti bonus kerja, tunjangan, atau penghasilan tambahan.
Misalnya, Anda memiliki target menabung Rp500.000 per bulan dan memperoleh bonus tahunan sebesar Rp3 juta yang dialokasikan seluruhnya untuk tabungan haji.
Dalam satu tahun, dana yang terkumpul menjadi:
- Tabungan rutin: Rp500.000 × 12 bulan = Rp6.000.000
- Tambahan dari bonus: Rp3.000.000
- Total tabungan: Rp9.000.000
Dengan strategi tersebut, target dana haji dapat dicapai lebih cepat tanpa harus meningkatkan setoran rutin bulanan secara signifikan.
Perencanaan biaya haji perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan dan perkembangan biaya penyelenggaraan haji.
Lakukan evaluasi setiap enam bulan atau satu tahun untuk mengetahui apakah jumlah tabungan yang terkumpul masih sesuai dengan target.
Apabila penghasilan meningkat, Anda dapat mempertimbangkan penyesuaian nominal setoran bulanan. Sebaliknya, jika terdapat perubahan kondisi finansial, sesuaikan rencana menabung agar tetap realistis.
Meskipun memiliki target untuk menunaikan ibadah haji, kebutuhan keuangan sehari-hari tetap perlu diperhatikan.
Sebaiknya, persiapkan dana darurat secara terpisah agar tabungan haji tidak perlu digunakan ketika menghadapi pengeluaran mendesak.
Selain itu, pertimbangkan kebutuhan lain yang mungkin muncul menjelang keberangkatan, seperti perlengkapan ibadah, transportasi domestik, dan pengeluaran pribadi.
Dengan perencanaan yang menyeluruh, persiapan dana haji dapat berjalan tanpa mengganggu kebutuhan finansial lainnya.
Menabung untuk biaya haji membutuhkan konsistensi dan perencanaan jangka panjang. Untuk membantu mempersiapkannya, Bank Muamalat menghadirkan Tabungan iB Hijrah Haji, produk tabungan berdasarkan prinsip syariah yang dapat digunakan untuk kebutuhan pendaftaran maupun pelunasan biaya ibadah haji.
Melalui Tabungan iB Hijrah Haji, Anda dapat menyisihkan dana secara bertahap sesuai target dan kemampuan finansial. Pembukaan rekening Tabungan iB Hijrah Haji dalam mata uang rupiah juga dapat dilakukan melalui aplikasi Muamalat DIN, sehingga persiapan dana haji bisa dimulai secara praktis.
Selain itu, Bank Muamalat menghadirkan Program Rindu Haji (Rincian Dana untuk Haji) 2026 sebagai apresiasi bagi nasabah yang berkomitmen mempersiapkan dana haji. Melalui program yang berlangsung hingga 31 Desember 2026 ini, nasabah yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh hadiah langsung serta berkesempatan mendapatkan apresiasi berupa paket umrah bersama pasangan, sepeda motor Yamaha Fazzio Hybrid, dan logam mulia.
Untuk mengikuti program, nasabah dapat melakukan penambahan dana baru minimal Rp2,5 juta dan mengaktifkan setoran rutin bulanan minimal Rp100.000, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Informasi selengkapnya dapat dilihat melalui program Rindu Haji Bank Muamalat.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































